Walet Kaltara Diharapkan Tembus Pasar Ekspor melalui Jatim, Ini Kata Khofifah

Zakaria RT • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 18:25 WIB
BANGUN KERJASAMA: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat diwawancarai media. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
BANGUN KERJASAMA: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat diwawancarai media. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Potensi sarang burung walet Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menjadi perhatian dalam kerja sama perdagangan antardaerah. Komoditas bernilai ekonomi tinggi tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan melalui jaringan perdagangan dan logistik Jawa Timur (Jatim).

Saat dikonfirmasi, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Kaltara memiliki potensi sarang burung walet yang sangat besar. Namun, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya masuk dalam transaksi perdagangan antardaerah maupun jaringan pasar internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mempertanyakan belum munculnya transaksi sarang burung walet meski komoditas tersebut disebut menjadi salah satu potensi besar Kaltara.

“Pak Ketua DPRD tadi menyampaikan bahwa untuk sarang burung walet, Kaltara ini gudangnya. Tapi saya belum melihat ada transaksi sarang burung walet,” ujarnya, Selasa (8/9).

Menurutnya, pengalaman Jatim menunjukkan bahwa sarang burung walet memiliki pasar internasional yang sangat menjanjikan. Komoditas tersebut bahkan mampu mencatat nilai transaksi besar setelah dilakukan pembukaan dan penetrasi pasar secara lebih agresif.

Khofifah menyebut, sebelumnya perdagangan sarang burung walet untuk pasar internasional masih menghadapi berbagai tantangan. Namun, kondisi tersebut berubah setelah dilakukan upaya memperluas akses pasar.

“Dulu susahnya kita memasukkan produk sarang burung walet. Tapi bahwa dua bulan lalu kita bisa memasukkan dalam transaksi yang cukup prestisius menurut saya, karena hampir dari nol kemudian tembus di atas Rp 2 triliun,” ungkapnya.

Dia mengatakan, peluang pasar sarang burung walet saat ini semakin terbuka. Tidak hanya Hong Kong, permintaan juga datang dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) hingga Korea Selatan. Karena itu, Khofifah meminta pelaku usaha dari Jatim maupun Kaltara tidak berhenti pada pertemuan bisnis. Potensi yang telah ditemukan harus segera ditindaklanjuti dengan mempertemukan trader dan buyer serta membangun jaringan perdagangan yang lebih luas.

“Apa yang kami sampaikan ini bisa menjadi catatan penting baik trader dan buyer yang dari Jawa Timur untuk bisa melakukan langkah tindak lanjut dari potensi sarang burung walet yang ada di Kaltara ini,” tegasnya.

"Kalau ini bisa dimaksimalkan saya yakin sarang walet bisa mengikuti komoditi lain yang bisa diekspor ke luar negeri," tukasnya. (zac/jnr)

 

Editor : Januriansyah RT
kaltara ekspor walet jatim