Transaksi Misi Dagang Jatim-Kaltara Tembus Rp 2 Triliun

Zakaria RT • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 18:21 WIB
SINERGI: Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam Forum Bisnis, Misi Dagang dan Investasi Jatim-Kaltara di Tarakan, Selasa (8/9). AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
SINERGI: Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam Forum Bisnis, Misi Dagang dan Investasi Jatim-Kaltara di Tarakan, Selasa (8/9). AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Forum Bisnis, Misi Dagang dan Investasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) menghasilkan komitmen transaksi lebih dari Rp 2 triliun. Pertemuan yang berlangsung di Hotel Tarakan Plaza, Kota Tarakan, Selasa (8/9), menjadi momentum memperluas pasar komoditas unggulan Kaltara sekaligus membuka peluang investasi dari pelaku usaha Jatim.

Saat dikonfirmasi, Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang mengatakan, capaian transaksi tersebut menunjukkan besarnya peluang kerja sama ekonomi antara kedua provinsi. Kaltara memiliki berbagai komoditas unggulan, mulai sektor perikanan, pertanian, hasil hutan hingga perkebunan yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan melalui hilirisasi.

Salah satu yang ditawarkan yakni hasil perikanan dari tambak Kaltara. Zainal menyebut pengelolaan tambak di daerahnya memiliki keunggulan karena dilakukan secara alami dengan luasan yang relatif besar.

“Tambak kita luas, minimal 15 hektare per pintu. Dikelola secara alami, tidak menggunakan pakan buatan atau kimia. Udang windu, kepiting dan bandeng makan plankton,” ujarnya.

Selain perikanan, Kaltara juga memiliki beras Adan dari Krayan, Kabupaten Nunukan. Beras khas tersebut menjadi salah satu komoditas yang dapat dikembangkan untuk pasar lebih luas. Bahkan, wilayah pegunungan Krayan memiliki potensi lain berupa sumur garam alami.

Zainal juga memaparkan potensi kayu hutan berkualitas tinggi yang dapat menjadi bahan baku industri mebel dan kerajinan. Komoditas rumput laut, kepiting soka, kelapa sawit, kakao, kopi, lada hingga rotan murai juga dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui proses hilirisasi.

“Kami membuka ruang selebar-lebarnya untuk semua investor. Soal lahan tidak usah ditanya, masih sangat luas. Kami pastikan proses perizinan akan dibantu penuh dan dipercepat. Tidak ada slogan ‘kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah’ di Kalimantan Utara,” tegasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
perdagangan kaltara bisnis jatim