Asap Capai Perairan Kaltara, Jarak Pandang Terbatas di Laut Ganggu Pelayaran

Zakaria RT • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 20:21 WIB
ILUSTRASI AI
ILUSTRASI AI

TARAKAN - Sebaran kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya menyelimuti daratan Kalimantan Utara (Kaltara), tetapi juga telah mencapai wilayah perairannya. Kondisi ini menjadi perhatian karena jarak pandang di laut dapat berubah cepat, terutama ketika angin melemah dan asap berkumpul di titik tertentu.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi mengatakan, sebaran asap bahkan sempat bergerak hingga perairan Filipina dan sejumlah pulau di negara tersebut yang berada dekat wilayah Indonesia sekitar satu pekan sebelumnya.

Menurutnya, kondisi asap di laut perlu diwaspadai karena konsentrasinya tidak selalu sama di setiap lokasi. Saat angin relatif tenang, asap cenderung bertahan dan berkumpul sehingga jarak pandang dapat menurun secara signifikan.

“Jarak pandang 2 kilometer di laut sebenarnya sudah cukup mengganggu pelayaran, apalagi kalau turun sampai 1 kilometer,” katanya, Senin (7/9).

Sulam menjelaskan, perubahan jarak pandang dipengaruhi kondisi angin dan penyinaran matahari. Ketika permukaan mulai dipanaskan matahari, terjadi perubahan suhu yang memicu pergerakan dan sirkulasi udara.

Pergerakan tersebut dapat membuat sebagian asap terangkat ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi. Akibatnya, konsentrasi asap di dekat permukaan berkurang sehingga jarak pandang perlahan membaik, meskipun sebaran asap belum sepenuhnya hilang.

“Kalau ada penyinaran matahari, sirkulasi udara bergerak. Asap sebagian terangkat ke lapisan atas sehingga konsentrasinya di permukaan berkurang dan jarak pandang bisa membaik,” tuturnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan kabut asap pelayaran