TARAKAN – Krisis air baku mulai memaksa Perumda Tirta Alam Tarakan mengubah pola pelayanan kepada pelanggan. Penurunan produksi hingga hampir 30 persen membuat sekitar 15 ribu pelanggan harus bersiap menghadapi distribusi air secara bergilir, terutama mereka yang berada di kawasan perbukitan dan pesisir.
Direktur Perumda Tirta Alam Tarakan, Iwan Setiawan mengatakan, kondisi tersebut tidak membuat seluruh pelanggan mengalami gangguan. Dampak paling terasa berada pada wilayah yang bergantung terhadap sistem dengan pasokan air baku yang mengalami penurunan. “Tidak semua pelanggan. Jadi yang terasa betul itu daerah perbukitan dan daerah pesisir,” katanya, Senin (7/9).
Sejumlah wilayah masih relatif aman, di antaranya Kampung Bugis, Juwata dan Bengawan. Sementara gangguan terutama terjadi pada wilayah pelayanan IPA Kampung Satu dan Persemayan.
Untuk wilayah Kampung Satu, dampaknya mencakup Mamburungan, Kampung Satu, Kampung Empat, Kampung Enam, Lingkas Ujung, Gunung Lingkas, Bom Panjang hingga sebagian Selumit Pantai.
Sedangkan wilayah pelayanan Persemayan meliputi Jalan Mulawarman, Jalan Hasanuddin, Persemayan hingga kawasan Jembatan Bongkok. “Sementara wilayah Persemayan mencakup Jalan Mulawarman, Jalan Hasanuddin, Persemayan hingga kawasan Jembatan Bongkok. Yang bermasalah cuma di Persemayan dan IPA Kampung Satu. Itu nanti berdampak semua,” tuturnya.
Secara keseluruhan, penurunan kapasitas produksi sekitar 30 persen diperkirakan berdampak terhadap sekitar 15 ribu pelanggan. Kondisi tersebut membuat pihaknya harus melakukan pengaturan distribusi agar keterbatasan produksi tidak sepenuhnya menghentikan pelayanan.
Produksi yang sebelumnya berada di kisaran 333–340 liter per detik kini turun menjadi sekitar 191 liter per detik. Penurunan itu terjadi seiring semakin kritisnya sejumlah sumber air baku, termasuk Embung Binalatung.
Perumda Tirta Alam Tarakan mulai menerapkan pola penggiliran distribusi sejak Senin (7/9). Pelanggan diminta mengikuti informasi resmi terkait jadwal pengaliran agar dapat menyesuaikan kebutuhan air di rumah masing-masing. “Ini terdampaknya 30 persen, sekitar 15 ribu pelanggan yang terdampak,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT