Jarak Pandang di Tarakan Sempat 1 Kilometer, Asap Kiriman Masih Bertahan

Zakaria RT • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 20:07 WIB
Kepala BMKG Tarakan Muhammad Sulam Khilmi. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Kepala BMKG Tarakan Muhammad Sulam Khilmi. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Kabut asap masih menyelimuti Kota Tarakan dan membuat jarak pandang mengalami perubahan cukup cepat. Kondisi terburuk pada Senin (7/9) pagi tercatat hanya 1 kilometer, sebelum perlahan membaik menjadi 2 kilometer. Kondisi tersebut menunjukkan sebaran asap masih cukup kuat di lapisan dekat permukaan dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pelayaran.

Saat dikonfirmasi, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi mengatakan, jarak pandang di Tarakan dipantau dan diperbarui setiap 30 menit. Berdasarkan pemantauan pada Senin pagi, jarak pandang pukul 08.00 WITA tercatat 1.000 meter.

"Kondisi ini masih bertahan pada pukul 08.30 WITA. Untuk jarak pandang meningkat menjadi 1.500 meter pada pukul 09.00 WITA dan kembali membaik menjadi 2.000 meter pada pukul 09.30 WITA. Kami memperbarui data jarak pandang setiap 30 menit. Pada saat dilakukan wawancara, jarak pandang tercatat 2.000 meter,” ujarnya, Senin (7/9).

Sulam menjelaskan, kondisi kabut asap di Tarakan tidak hanya dipengaruhi sumber asap lokal. Dalam beberapa hari terakhir, karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Utara (Kaltara), terutama Kabupaten Tana Tidung dan Bulungan. Selain itu, titik panas juga masih terpantau di sejumlah wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut membuat sebagian asap yang menyelimuti Kaltara merupakan asap kiriman dari wilayah lain.

“Sumber asapnya ada yang dari lokal, khususnya dari Bulungan, tetapi volumenya tidak terlalu besar. Sebagian lainnya merupakan asap kiriman dari provinsi lain,” jelasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan kabut asap bmkg