TARAKAN - Masih adanya kabut asap yang menyelimuti wilayah Tarakan dalam beberapa pekan terakhir, mulai memberikan dampak serius terhadap aktivitas masyarakat pesisir. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu jarak pandang di daratan, tetapi juga membuat aktivitas nelayan di perairan Tarakan semakin berisiko.
Asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan, membuat jarak pandang di laut menurun drastis. Nelayan kesulitan melihat rambu-rambu navigasi dan harus meningkatkan kewaspadaan ketika berada di tengah perairan.
Saat dikonfirmasi, Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kalimantan Utara (Kaltara), Rustan mengatakan, kondisi kabut asap saat ini jauh lebih tebal dibanding sebelumnya. Bahkan, ketika melaut di sekitar perairan sebelah selatan hingga timur laut Tarakan, jarak pandang disebut hanya berkisar 50 hingga 100 meter.
"Sebagian besar nelayan masih belum berani turun ke laut karena cuaca saat ini dinilai masih cukup membahayakan nelayan tradisional. Itu karena sebagian besar masih mengandalkan peralatan navigasi sederhana. Saat pandangan terbatas, nelayan akan kesulitan menentukan posisi dan arah perjalanan, terutama saat berada cukup jauh dari daratan,"ujarnya, Senin (7/9).
“Memang sudah agak turun sekarang. Jarak pandang ini terbatas, memang tidak ada rambu-rambu navigasi kelihatan. Ini tidak sampai 100 meter kalau di laut. Bayangkan ini rambu-rambu tidak kelihatan, padahal dekat kita,” sambungnya.
Situasi tersebut membuat sebagian besar nelayan memilih mengurangi aktivitas melaut. Rustan memperkirakan sekitar 70 persen nelayan saat ini tidak berani melaut karena khawatir mengalami kecelakaan maupun tersesat akibat keterbatasan jarak pandang.
Sementara itu, ia menyebut sekitar 30 persen nelayan yang masih memilih melaut. Namun, mereka harus menghadapi risiko lebih besar karena kondisi perairan yang tertutup kabut asap. "Selain persoalan keselamatan, kabut asap juga memberikan dampak bagi hasil tangkapan. Kondisi cuaca yang membuat cahaya matahari maupun cahaya bulan tertutup asap turut memengaruhi pandangan nelayan dan hasil tangkapan yang diperoleh," tukasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT