Kaltara Didorong Jadi Pengembangan Sentra Ayam Petelur

Zakaria RT • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 19:26 WIB
Ketua Komisi III DPRD Kaltara Jufri Budiman. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Ketua Komisi III DPRD Kaltara Jufri Budiman. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Kalimantan Utara (Kaltara) perlu memperkuat sektor peternakan ayam petelur untuk memenuhi kebutuhan telur yang terus meningkat. Pengembangan tidak hanya diarahkan pada penambahan populasi ayam, tetapi juga perlu terintegrasi dengan sektor pertanian agar kebutuhan pakan dapat dipenuhi dari dalam daerah.

Saat dikonfirmasi, Ketua Komisi III DPRD Kaltara, Jufri Budiman mengatakan, setiap wilayah dapat dikembangkan berdasarkan potensi masing-masing. Daerah yang memiliki potensi peternakan dapat dijadikan sentra ayam petelur, sementara wilayah lain diarahkan untuk memproduksi jagung dan bahan baku pakan.

Menurutnya, pola tersebut penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar Kaltara. Terlebih, kebutuhan telur diperkirakan semakin besar dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan pangan secara berkelanjutan.

“Tidak bisa kita terus mengandalkan pasokan luar, apalagi untuk mendukung program strategis Presiden yaitu Makan Bergizi Gratis,” tegasnya, Minggu (6/9).

Untuk memenuhi kebutuhan telur sekitar 25 ribu ton per tahun, Kaltara diperkirakan membutuhkan tambahan populasi sekitar 1,2 juta ekor ayam petelur secara bertahap. Penambahan populasi tersebut juga perlu didukung ketersediaan pakan dan pengendalian biaya produksi agar usaha peternak lokal dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Target kita sekitar 1,2 juta ekor ayam petelur secara bertahap,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
telur ayam kaltara telur