Erupsi Anak Krakatau, Penerbangan Batik Air Tarakan-Jakarta Dibatalkan

Eliazar Simon • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 19:43 WIB
ILUSTRASI GENERATE AI
ILUSTRASI GENERATE AI

TARAKAN – Rencana perjalanan warga Tarakan menuju Jakarta maupun sebaliknya harus berubah pada Minggu (6/9). Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan sebaran abu vulkanik mengganggu operasional penerbangan, termasuk rute Batik Air Jakarta–Tarakan pulang-pergi.

Penerbangan Batik Air ID6674 rute Jakarta (CGK)–Tarakan (TRK) yang dijadwalkan tiba di Bandara Juwata Tarakan pukul 13.55 WITA resmi dibatalkan. Kondisi tersebut otomatis berdampak terhadap penerbangan ID6675 rute Tarakan–Jakarta yang sedianya berangkat pukul 13.35 WITA.

Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Juwata Tarakan, Bambang Hartato mengatakan, pembatalan dilakukan menyusul penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta (CGK) dan Halim Perdana Kusuma (HLP).

Selain persoalan operasional bandara, kondisi ruang udara yang terdampak sebaran abu vulkanik juga menjadi pertimbangan utama. Karena itu, penerbangan tidak dapat dipaksakan untuk tetap berjalan.

“Penghentian sementara rute dari dan ke Jakarta dilakukan karena kondisi ruang udara serta bandara asal/tujuan terpengaruh sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Langkah ini mutlak diambil demi keselamatan penerbangan,” tegas Bambang, Minggu (6/9).

Pembatalan tersebut membuat calon penumpang yang telah membeli tiket harus kembali mengatur perjalanan. Bambang meminta penumpang terdampak segera menghubungi pihak maskapai untuk mengetahui pilihan yang tersedia.

“Penumpang dapat berkoordinasi dengan maskapai untuk opsi reschedule, refund, maupun pengaturan jadwal ulang perjalanan,” ujarnya.

Menurut Bambang, perubahan jadwal penerbangan sangat bergantung pada perkembangan kondisi ruang udara dan keputusan otoritas penerbangan. Karena itu, penumpang diminta tidak hanya mengacu pada jadwal awal yang tertera pada tiket.

Masyarakat yang memiliki penerbangan dari atau menuju Jakarta juga diimbau rutin mengecek informasi resmi sebelum berangkat ke Bandara Juwata. Hal ini penting untuk menghindari penumpang datang ke bandara sementara penerbangannya masih berstatus terganggu atau dibatalkan.

“Kami mengimbau pengguna jasa penerbangan terus memantau informasi resmi dari BMKG, PVMBG, AirNav Indonesia, serta otoritas bandara untuk mengetahui perkembangan terkini terkait sebaran abu vulkanik,” pesan Bambang.

Gangguan tersebut menunjukkan bahwa konektivitas udara Tarakan dengan Jakarta turut bergantung pada kondisi ruang udara di wilayah lain. Ketika jalur penerbangan dinilai tidak aman, penyesuaian hingga pembatalan penerbangan menjadi langkah yang harus dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jasa. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
erupsi gunung berapi anak krakatau tarakan penerbangan pesawat