Baru 52 Persen Tenaga Kerja di Tarakan Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Zakaria RT • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 18:59 WIB
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tarakan, Masbuki. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tarakan, Masbuki. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja di Kota Tarakan masih perlu diperluas. Hingga saat ini, cakupan kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan baru mencapai sekitar 52 persen dari keseluruhan pekerja.

Angka tersebut menunjukkan masih terdapat cukup banyak pekerja yang belum memiliki perlindungan ketika menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun kematian. Kelompok yang paling banyak belum terjangkau kepesertaan berasal dari sektor informal dan pekerja mandiri.

Saat dikonfirmasi, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tarakan Masbuki mengatakan, karakteristik pekerja informal menjadi salah satu tantangan dalam memperluas kepesertaan. Mereka tidak berada dalam ikatan kerja dengan perusahaan yang secara rutin mendaftarkan pekerjanya, sehingga kepesertaan harus didorong melalui pendekatan yang berbeda.

“Yang belum terlindungi ini kebanyakan pekerja informal atau pekerja mandiri. Kelompok ini mencakup berbagai profesi yang sehari-hari menjalankan pekerjaan secara mandiri. Di antaranya nelayan, petani dan pedagang," ujarnya, (5/9).

Diungkapkannya, meski tidak bekerja di perusahaan formal, mereka tetap menghadapi risiko dalam menjalankan aktivitas pekerjaan. Sehingga kata dia, perlindungan jaminan sosial dinilai tidak semestinya hanya dikaitkan dengan pekerja yang menerima upah dari perusahaan. Pekerja mandiri juga memiliki kebutuhan yang sama terhadap perlindungan ketika terjadi risiko yang menyebabkan mereka tidak dapat bekerja atau bahkan meninggal dunia.

"Risiko kecelakaan, tidak dapat diprediksi. Seorang pekerja bisa saja mengalami kecelakaan ketika menjalankan aktivitas sehari-hari. Bagi pekerja mandiri, kondisi ini berpotensi langsung memengaruhi pendapatan keluarga karena penghasilan sangat bergantung pada kemampuan bekerja," tuturnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan tenaga kerja bpjs ketenagakerjaan