Penerapan Pembelajaran Bahasa Asing di Tarakan Masih Terkendala Tenaga Pendidik

Zakaria RT • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 18:56 WIB
Kepala Disdik Tarakan Tamrin Toha. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Kepala Disdik Tarakan Tamrin Toha. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Rencana penerapan pembelajaran bahasa Inggris mulai kelas III Sekolah Dasar (SD) di Kota Tarakan mulai dipersiapkan. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan saat ini tidak hanya menunggu petunjuk lebih lanjut dari pemerintah pusat, tetapi juga mulai menyiapkan tenaga pendidik yang nantinya akan ditugaskan mengajar bahasa Inggris kepada siswa.

Saat dikonfirmasi, Kepala Disdik Kota Tarakan, Tamrin Toha mengatakan, pembelajaran bahasa Inggris tersebut direncanakan mulai diterapkan pada tahun depan. Karena itu, persiapan guru dilakukan sejak tahun ini melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek), sehingga tenaga pendidik memiliki bekal sebelum program tersebut diterapkan di sekolah.

“Kita masih fokus untuk menerapkan pembelajaran bahasa Inggris itu mulai dari SD kelas tiga. Itu pun tahun depan. Sehingga mulai tahun ini, guru-guru yang nanti akan ditugaskan untuk memberikan pembelajaran bahasa Inggris pada siswa itu sudah mulai dibimtek,” ujarnya, Minggu (6/9).

Menurutnya, kesiapan guru menjadi salah satu bagian penting dalam penerapan pembelajaran bahasa asing. Sebab, kebijakan tersebut tidak cukup hanya dengan memasukkan mata pelajaran ke dalam proses pembelajaran, tetapi juga harus didukung tenaga pengajar yang memiliki kemampuan sesuai dengan materi yang diberikan.

"Sementara untuk wacana pembelajaran bahasa asing lainnya, termasuk bahasa Mandarin dan bahasa Prancis, kami masih menunggu instruksi lebih lanjut. Hingga saat ini belum ada tindak lanjut resmi berupa surat dari kementerian yang menjadi dasar bagi daerah untuk menerapkannya," sebutnya.

Tamrin mengatakan, apabila nantinya terdapat tenaga pengajar asing maupun relawan yang memiliki kemampuan bahasa tertentu dan bersedia mengajar di Tarakan, pihaknya pada prinsipnya terbuka terhadap kemungkinan tersebut.

“Mana tahu nanti ada yang mau jadi guru relawan bahasa Mandarin, nah kita welcome saja. Bahasa Prancis, ya,” katanya. (zac/jnr)

 

Editor : Januriansyah RT
bahasa asing tarakan tenaga pendidik