Inflasi Terkendali, Hilirisasi Aluminium Jadi Andalan Baru Kaltara

Zakaria RT • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 21:04 WIB
Kepala KPwBI  Provinsi Kaltara Agus Taufik. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Kepala KPwBI Provinsi Kaltara Agus Taufik. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Penguatan industri pengolahan di Kalimantan Utara (Kaltara) dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Produksi aluminium di Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah, tetapi juga menciptakan sumber pertumbuhan baru yang lebih beragam.

Kepala KPwBI Provinsi Kaltara, Agus Taufik mengatakan, pengembangan industri perlu didukung investasi, hilirisasi dan pembiayaan yang tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Pembiayaan juga diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi hijau sehingga pertumbuhan industri dapat berjalan berkelanjutan.

Di tengah optimisme tersebut, perkembangan harga tetap menjadi perhatian. Pada Agustus 2026, Kaltara mencatat inflasi 2,17 persen secara tahunan dan 0,23 persen secara bulanan.

“Tekanan inflasi bulanan salah satunya dipengaruhi normalisasi tarif angkutan laut setelah program diskon tiket transportasi berakhir. Sementara penurunan tarif angkutan udara menjadi salah satu faktor yang menahan laju inflasi,” ungkapnya, Jumat (4/9).

Agus menambahkan, perkembangan sektor industri juga perlu diimbangi penguatan aktivitas ekonomi masyarakat. Digitalisasi transaksi terus didorong untuk memperluas akses dan meningkatkan efisiensi, salah satunya melalui program Pelabuhan SIAP QRIS di sejumlah pelabuhan Kaltara.

Jika peningkatan produksi aluminium dapat berjalan beriringan dengan investasi, hilirisasi, pembiayaan serta penguatan sektor pendukung, Kaltara dinilai memiliki peluang memperkuat struktur ekonominya.

“Perkembangan itu menunjukkan bahwa transformasi ekonomi Kaltara mulai memasuki fase yang lebih beragam. Industri pengolahan, khususnya produksi aluminium di KIPI, diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak baru yang memperbesar nilai tambah sekaligus memperluas dampak pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan kaltara inflasi kipi