Atasi Kekurangan Guru, Ini yang Dilakukan Disdik Tarakan

Zakaria RT • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 20:55 WIB
Kepala Disdik Tarakan Tamrin Toha. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Kepala Disdik Tarakan Tamrin Toha. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Keterbatasan tenaga pendidik di sejumlah sekolah di Tarakan membuat Dinas Pendidikan (Disdik) harus mencari langkah sementara agar proses pembelajaran tetap berjalan. Salah satunya dengan memanfaatkan program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) bagi mahasiswa keguruan.

Kepala Disdik Tarakan, Tamrin Toha mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Universitas Borneo Tarakan (UBT), khususnya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), untuk menempatkan mahasiswa PLP di sekolah yang membutuhkan bantuan tenaga pengajar.

“Caranya mengantisipasi, kita kerja sama dengan UBT, dalam hal ini Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, yang memprogramkan PLP. Itulah yang kita manfaatkan untuk meng-handle kelas-kelas yang kosong,” tuturnya, Jumat (4/9).

Tamrin menegaskan, mahasiswa tersebut hanya diperbantukan selama masa PLP dan bukan untuk menggantikan posisi guru secara permanen. Penempatannya juga disesuaikan dengan kebutuhan sekolah serta latar belakang pendidikan mahasiswa.

“sifatnya sementara saja diperbantukan sampai masa PLP-nya habis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kebutuhan guru pada jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) memiliki karakteristik berbeda. Di tingkat SD, seorang guru umumnya menangani satu kelas sebagai wali kelas. Sedangkan di SMP, kebutuhan tenaga pendidik lebih banyak berdasarkan mata pelajaran.

Saat ini, beberapa mata pelajaran di tingkat SMP masih mengalami kekurangan guru. Di antaranya Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Seni Budaya, serta Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

“Kalau olahraga saat ini masih cukup, nah itu kami khawatir juga dua-tiga tahun ke depan. Saat ini masih aman, tidak tahu beberapa tahun ke depan. Guru olahraga ini termasuk sulit karena ada jurusan sendiri dan guru pelajaran lain tidak bisa menggantikan guru olahraga,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan guru tenaga pengajar mahasiswa