Mahasiswa Diminta Lebih Kritis Hadapi Arus Informasi Digital, Ini Kata Dandim 0907/Tarakan

Zakaria RT • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 20:03 WIB
Dandim 0907/Tarakan Letkol Inf Danan Wisnubrata. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Dandim 0907/Tarakan Letkol Inf Danan Wisnubrata. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Mahasiswa baru diminta tidak menjadikan media sosial sebagai satu-satunya rujukan dalam menerima informasi. Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan memeriksa dan menyaring kebenaran informasi dinilai menjadi bekal penting bagi generasi muda agar tidak mudah terpengaruh maupun ikut menyebarkan informasi yang belum teruji.

Pesan tersebut disampaikan Komandan Kodim (Dandim) 0907/Tarakan Letkol Inf Danan Wisnubrata, S.Sos., M.Han., saat memberikan materi kebangsaan dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik Kaltara 2026 di Aula Politeknik Kaltara, Kamis (3/9).

Danan mengatakan, perkembangan teknologi memberikan kesempatan besar bagi mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan, membangun jejaring hingga menghasilkan berbagai karya. Namun, kemudahan tersebut juga membawa tantangan ketika informasi yang diterima tidak disikapi secara kritis.

“Sekarang informasi apa pun bisa kita dapat dengan cepat. Karena itu mahasiswa harus lebih kritis. Jangan semua yang muncul di media sosial langsung dianggap benar, apalagi kemudian ikut menyebarkannya,” kata Danan.

Menurutnya, mahasiswa berada pada fase yang akan mempertemukan mereka dengan berbagai karakter, latar belakang dan pemikiran. Perbedaan pandangan di lingkungan kampus tidak seharusnya menjadi pemicu konflik, tetapi menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan.

Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah terpancing oleh informasi maupun isu yang sengaja dibangun untuk memunculkan pertentangan. Sikap saling menghargai dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan kampus tetap kondusif.

“Di kampus nanti kalian bertemu banyak orang dengan latar belakang dan pemikiran yang berbeda. Itu hal biasa. Yang penting bagaimana kita menyikapinya, tetap saling menghargai dan tidak mudah terprovokasi,” ujarnya.

Selain kemampuan menyaring informasi, Danan menekankan pentingnya membangun karakter. Menurut dia, penguasaan teknologi dan kemampuan akademik tidak akan maksimal apabila tidak diikuti kedisiplinan, tanggung jawab serta kepedulian terhadap lingkungan.

Teknologi, lanjutnya, pada dasarnya hanya merupakan sarana. Manfaat yang dihasilkan sangat bergantung pada bagaimana teknologi tersebut digunakan. “Teknologi itu alat. Mau digunakan untuk hal positif atau negatif, tergantung orangnya. Jadi kemampuan menggunakan teknologi harus dibarengi karakter yang baik,” tuturnya.

Dalam kegiatan yang mengusung tema “Membangun Generasi Berdaya, Berinovasi dengan Teknologi Hijau, Berkarya untuk Masa Depan” itu, mahasiswa juga didorong tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik.

Danan mengajak mahasiswa mulai memperhatikan berbagai persoalan yang ada di lingkungan sekitar. Persoalan tersebut, menurutnya, dapat menjadi sumber gagasan untuk dikembangkan melalui penelitian, inovasi maupun kegiatan sosial.

“Jangan hanya berpikir bagaimana mendapat nilai bagus. Kalian juga harus mulai melihat apa yang terjadi di sekitar. Dari situ bisa muncul gagasan, penelitian, inovasi atau kegiatan yang memang berguna bagi masyarakat,” katanya.

Ia menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai generasi yang akan berhadapan langsung dengan perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat. Karena itu, proses pendidikan di perguruan tinggi tidak cukup hanya membentuk kemampuan intelektual, tetapi juga membangun kepekaan sosial.

"Pemanfaatan teknologi hijau yang menjadi bagian dari tema PKKMB diharapkan dapat mendorong mahasiswa menghasilkan gagasan yang relevan dengan persoalan lingkungan. Perkembangan teknologi, juga semestinya dapat dimanfaatkan untuk menciptakan solusi, bukan justru menambah persoalan," urainya.

Di sisi lain, nilai kebangsaan tetap perlu menjadi pijakan mahasiswa dalam beraktivitas. Perbedaan pendapat, latar belakang maupun cara pandang harus ditempatkan sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat yang perlu disikapi dengan kedewasaan.

Danan berharap mahasiswa baru Politeknik Kaltara dapat memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membangun karakter. Ia juga mengingatkan agar mahasiswa tidak kehilangan kepedulian terhadap lingkungan sosial di tengah semakin kuatnya ketergantungan terhadap teknologi digital.

“Silakan kuasai teknologi dan kejar prestasi. Tetapi tetap punya pegangan, menghargai perbedaan dan bertanggung jawab dengan apa yang kalian lakukan,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
informasi digital dandim mahasiswa