Antisipasi Gangguan Distribusi Air di Tarakan, Ini Langkah yang Disiapkan Perumda Air Minum Tirta Al

Zakaria RT • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 19:35 WIB
Direktur Perumda Air Minum Tirta Alam Tarakan Iwan Setiawan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Direktur Perumda Air Minum Tirta Alam Tarakan Iwan Setiawan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Perumda Air Minum Tirta Alam Tarakan meminta masyarakat mulai mengurangi penggunaan air secara berlebihan sebagai langkah antisipasi menghadapi kondisi ketersediaan air baku yang masih dipengaruhi cuaca. Efisiensi dinilai perlu dilakukan sejak sekarang agar pelayanan distribusi air bersih tetap terjaga dan masyarakat tidak baru melakukan penghematan ketika terjadi gangguan.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Alam Tarakan, Iwan Setiawan mengatakan, penggunaan air secara bijak menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pelayanan. Masyarakat diminta menghindari aktivitas yang menyebabkan air terbuang percuma, terutama ketika kebutuhan air tetap tinggi sementara pasokan dari alam dapat berubah mengikuti kondisi cuaca.

“Kami sangat berharap masyarakat bisa lebih bijaksana dan terukur dalam menggunakan air. Hindari pemborosan seperti membiarkan keran mengalir tanpa digunakan, menyiram halaman secara berlebihan, atau mencuci kendaraan dengan selang air langsung,” ujarnya, Rabu (2/9).

Selain menghemat pemakaian, masyarakat juga disarankan menyiapkan cadangan air secukupnya ketika distribusi sedang normal. Menurut Iwan, cadangan tersebut bukan untuk melakukan penimbunan, melainkan sebagai bentuk kesiapsiagaan apabila terjadi gangguan teknis ataupun perubahan tekanan air.

Perumda terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan ketersediaan air baku. Apabila kondisi berlanjut dan curah hujan belum kembali normal, efisiensi penggunaan air akan semakin penting untuk menjaga pelayanan kepada pelanggan.

“Air baku merupakan sumber daya yang terbatas. Ketika pasokan dari alam berkurang, sementara tingkat konsumsi tetap tinggi, tekanan terhadap sistem penyediaan air bersih akan semakin besar. Karena itu, kesadaran pelanggan menjadi bagian penting dari upaya menjaga pelayanan,” urainya.

Di sisi lain, Perumda tetap berupaya mempertahankan distribusi air kepada pelanggan. Pemantauan lapangan dilakukan secara berkala untuk mendeteksi potensi gangguan lebih awal sehingga dapat segera ditangani sebelum berdampak luas.

“Kondisi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ketersediaan air bersih di Tarakan sangat dipengaruhi kondisi alam. Saat hujan berkurang, cadangan air baku ikut tertekan sehingga efisiensi penggunaan menjadi salah satu cara paling sederhana yang dapat dilakukan bersama,” tukasnya.

Iwan berharap masyarakat tidak menunggu hingga terjadi gangguan distribusi untuk mulai menghemat air. Menurutnya, langkah pencegahan jauh lebih baik dilakukan ketika kondisi pelayanan masih berjalan normal.

“Oleh karena itu, kita harus siap dan sigap melakukan langkah-langkah efisiensi sebelum kondisi memburuk,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
air baku tarakan pdam