Pengembangan Jalur Perjalanan Wisatawan Beri Efek Ekonomi di Kaltara

Zakaria RT • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:57 WIB
POTENSI : Salah satu destinasi wisata di Kota Tarakan yang menarik dikunjungi. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
POTENSI : Salah satu destinasi wisata di Kota Tarakan yang menarik dikunjungi. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Pemerintah Kota Tarakan mendorong pola perjalanan wisata yang lebih panjang dengan menghubungkan berbagai destinasi di Kalimantan Utara (Kaltara) hingga kawasan wisata lain di sekitarnya. Strategi tersebut diharapkan membuat wisatawan tidak hanya singgah di Tarakan, tetapi melanjutkan perjalanan ke sejumlah destinasi sehingga waktu tinggal dan belanja wisatawan ikut meningkat.

Sekretaris Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Tarakan, Drs. M. Zainuddin Mas'ud A.H. mengatakan, sejumlah destinasi dapat dikaitkan dalam pola perjalanan tersebut. Salah satunya Semolon di Kabupaten Malinau yang dapat menjadi bagian dari pilihan perjalanan wisatawan setelah berkunjung ke Tarakan.

Selain itu, pengembangan jalur perjalanan juga dapat diarahkan hingga destinasi wisata lain di kawasan sekitar, seperti Derawan dan Maratua. Dengan konektivitas antardestinasi tersebut, wisatawan diharapkan memiliki lebih banyak pilihan untuk memperpanjang masa perjalanan.

"Pola perjalanan yang lebih panjang juga memberikan peluang ekonomi lebih besar bagi pelaku usaha. Semakin lama wisatawan berada di suatu daerah dan semakin banyak aktivitas yang dilakukan, semakin banyak pula sektor ekonomi yang mendapatkan manfaat," ujarnya, Minggu (30/8).

“Kita berharap wisatawan datang, kemudian stay lebih lama dan spending di sini. Dampaknya bisa dirasakan hotel, UMKM, restoran dan pelaku usaha lainnya,” tukasnya.

Sementara itu, tingkat hunian hotel sepanjang Agustus masih menunggu hasil pendataan bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Data tersebut nantinya menjadi salah satu bahan evaluasi untuk melihat apakah peningkatan lama tinggal wisatawan turut diikuti peningkatan aktivitas akomodasi di Tarakan.

“Biasanya pada Agustus tahun lalu ada peningkatan aktivitas hotel. Untuk tahun ini masih kita lihat datanya dan akan kita koordinasikan dengan BPS setelah pendataan selesai,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan kaltara wisatawan pariwisata