TARAKAN - Warga yang beraktivitas di luar ruangan menghadapi risiko paparan debu dan polusi yang tidak selalu terlihat. Di tengah cuaca Kota Tarakan yang belakangan berubah-ubah, pengendara, pedagang, hingga pekerja lapangan tetap harus menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini menjadi perhatian setelah 1.000 masker kepada masyarakat di sejumlah titik keramaian Kota Tarakan, Minggu (30/8).
Pembagian masker menyasar warga yang ditemui sedang beraktivitas di luar rumah. Langkah tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan pernapasan dapat dimulai dari perlindungan sederhana, terutama ketika kondisi lingkungan kurang mendukung.
Saat dikonfirmasi, Ketua Karang Taruna Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Wiwit Susanto mengatakan, penggunaan masker penting bagi masyarakat yang banyak menghabiskan waktu di luar ruangan. Menurutnya, perubahan cuaca dan kondisi lingkungan membuat perlindungan diri tidak seharusnya diabaikan.
“Kami melihat banyak warga yang masih beraktivitas tanpa pelindung, apalagi dengan cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini. Masker ini sederhana, tapi semoga bisa membantu melindungi dari debu, polusi, dan ISPA,” ujar Wiwit.
Ia mengatakan masyarakat tidak perlu menunggu sakit untuk mulai memperhatikan kesehatan. Penggunaan masker ketika berada di luar rumah menjadi salah satu langkah pencegahan yang mudah dilakukan.
Terlebih bagi pengendara dan pedagang yang setiap hari berada di ruang terbuka. Mereka menjadi kelompok yang lebih sering bersentuhan langsung dengan debu maupun udara dari lingkungan sekitar.
“Jangan tunggu sakit baru peduli. Mari kita sama-sama jaga diri dan keluarga. Pemuda harus jadi garda terdepan dalam hal-hal positif seperti ini,” lanjutnya.
Sebanyak 1.000 masker dibagikan kepada pengendara, pedagang, dan masyarakat umum. Pembagian masker ini juga memperlihatkan bahwa kesadaran menjaga kesehatan tidak selalu harus dimulai dari hal besar. Di tengah rutinitas warga yang tetap berjalan, perlindungan sederhana dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi paparan debu dan polusi.
Wiwit berharap masyarakat semakin terbiasa menjaga kesehatan, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan. “Kami berharap masyarakat tidak menganggap remeh perlindungan diri. Masker memang sederhana, tetapi bisa menjadi salah satu langkah untuk menjaga kesehatan ketika kita harus beraktivitas di luar,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT