Disdik Tarakan Klaim Laporan Perundungan di Sekolah Masih Bisa Ditangani

Zakaria RT • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 20:50 WIB
Kabid Dikdas Disdik Kota Tarakan, Edhy Pujianto. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Kabid Dikdas Disdik Kota Tarakan, Edhy Pujianto. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Persoalan perundungan di lingkungan sekolah Kota Tarakan hingga kini masih dinilai dalam batas yang dapat ditangani. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan menyebut laporan yang diterima sejak awal tahun sebagian besar dapat diselesaikan di lingkungan sekolah dan belum berkembang menjadi persoalan serius yang mengganggu proses belajar mengajar.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Tarakan, Edhy Pujianto mengatakan, laporan perundungan memang masih ditemukan seiring banyaknya sekolah dan siswa. Namun, setiap laporan yang masuk ditindaklanjuti dengan penanganan sejak awal agar persoalan tidak berkembang.

“Kalau secara laporan memang ada, namanya sekian banyak sekolah. Tapi alhamdulillah rata-rata bisa diselesaikan. Untuk tahun ini, sejak Januari, masih dalam batas penanganan dan tidak sampai parah,” katanya, Senin (24/8).

Menurutnya, laporan yang diterima tidak seluruhnya menunjukkan perundungan dalam bentuk kekerasan serius. Sejumlah persoalan justru berawal dari interaksi antarsiswa yang tidak berjalan baik. Bahkan, terdapat perilaku tertentu yang dilakukan siswa karena ingin mendapatkan perhatian atau membangun pertemanan, tetapi justru dianggap mengganggu oleh siswa lainnya.

“Kadang dia itu mungkin butuh perhatian, ingin kenalan atau ingin berteman, tetapi caranya menurut pihak lain mengganggu. Itu kemudian tergolong perundungan dan sebagainya,” ujarnya.

Edhy menyebut, jenjang sekolah dasar (SD) menjadi salah satu tingkat pendidikan yang lebih banyak ditemukan laporan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena siswa masih berada dalam tahap perkembangan karakter dan membutuhkan pendampingan dalam membangun pola interaksi dengan teman sebaya.

Karena itu, sekolah didorong tidak hanya berfokus pada penyelesaian ketika persoalan terjadi, tetapi juga memberikan pemahaman kepada siswa mengenai batasan dalam berinteraksi. Pendekatan tersebut dinilai penting agar perilaku yang berpotensi dianggap sebagai perundungan dapat dicegah sejak awal.

"Kemampuan sekolah menangani persoalan sejak dini menjadi salah satu kunci agar kasus tidak berkembang menjadi lebih serius. Setiap persoalan juga perlu ditangani dengan melihat karakter serta kondisi siswa yang terlibat," ungkapnya.

Disdik berharap lingkungan sekolah terus membangun hubungan antarsiswa yang saling menghargai. Guru dan pihak sekolah juga memiliki peran dalam memberikan pendampingan sehingga siswa mampu memahami cara berinteraksi secara sehat.

“Jadi jangan sampai persoalan itu berkembang. Kalau sejak awal sudah ditangani, insyaallah bisa diselesaikan dan tidak mengganggu kegiatan belajar anak-anak,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
perundungan tarakan pendidikan