Penataan Logistik Tarakan, Lingkas Ujung Disiapkan Jadi Titik Transit

Zakaria RT • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51 WIB
Ketua Komisi III DPRD Kota Tarakan Randy Ramadhana Erdian. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Ketua Komisi III DPRD Kota Tarakan Randy Ramadhana Erdian. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Pergerakan barang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas ekonomi di Kota Tarakan. Setiap hari, kendaraan pengangkut barang bergerak dari kawasan pelabuhan menuju pusat perdagangan dan berbagai titik distribusi. Seiring meningkatnya kebutuhan distribusi, aktivitas tersebut juga membutuhkan ruang dan pola pengaturan agar tidak menimbulkan persoalan baru bagi mobilitas masyarakat di dalam kota.

Kendaraan dengan kapasitas angkut besar memiliki kebutuhan ruang yang berbeda dengan kendaraan masyarakat pada umumnya. Aktivitas berhenti, parkir hingga bongkar muat membutuhkan lokasi yang cukup luas.

Sehingga, kebutuhan penataan sistem logistik mulai diarahkan pada konsep pemusatan aktivitas bongkar muat di satu kawasan. Barang yang dibawa kendaraan berbadan besar nantinya tidak harus langsung didistribusikan hingga ke dalam kota, tetapi terlebih dahulu diturunkan di titik transit sebelum diteruskan menggunakan kendaraan yang lebih kecil.

Saat dikonfirmasi, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan, Randy Ramadhana Erdian mengatakan, konsep tersebut mulai disiapkan melalui pembangunan pusat pergudangan di Kelurahan Lingkas Ujung. Kawasan itu nantinya menjadi salah satu titik pendukung sistem distribusi barang di Kota Tarakan.

"Pembangunan pusat pergudangan akan dilakukan secara bertahap menggunakan skema multi-years. Dua unit gudang direncanakan dibangun dengan total kebutuhan anggaran sekitar Rp 5 miliar. Namun, pembangunan pada tahap awal tahun ini baru mendapat alokasi sekitar Rp 700 juta," ungkapnya, Jumat (21/8).

“Untuk awal tahun ini Rp 700 juta. Anggaran itu menjadi tahap awal pembangunan fasilitas yang nantinya memiliki fungsi lebih luas dari sekadar tempat penyimpanan barang. Pusat pergudangan tersebut dirancang sebagai titik transit bagi kendaraan logistik berbadan besar sebelum barang didistribusikan ke berbagai tujuan di dalam kota," sambungnya.

Randy menjelaskan, pembangunan tahap awal akan difokuskan pada bagian ujung kawasan Lingkas Ujung. Salah satu lokasi yang masuk dalam penataan berada di depan Kantor Kelurahan Lingkas Ujung.

Penentuan kawasan tersebut juga berkaitan dengan aktivitas kendaraan besar yang selama ini membutuhkan ruang untuk berhenti dan melakukan kegiatan logistik. Dengan adanya fasilitas yang lebih terpusat, aktivitas tersebut diharapkan dapat diarahkan ke lokasi yang memang dipersiapkan untuk kegiatan pergudangan dan bongkar muat.

"Skema distribusi nantinya akan memisahkan kendaraan pengangkut barang dari luar daerah dengan kendaraan yang melayani distribusi di dalam kota. Truk kontainer dan kendaraan berbadan besar diarahkan menuju pusat pergudangan di Lingkas Ujung," jelasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
penataan pusat pergudangan pergudangan tarakan logistik