Kebakaran Batu Bara Ancam Badan Jalan, BPBD Tarakan Lakukan Mitigasi

Zakaria RT • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:56 WIB
Kepala BPBD Kota Tarakan Yonsep. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Kepala BPBD Kota Tarakan Yonsep. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Ancaman kebakaran batu bara di bawah permukaan tanah menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan. Selain berpotensi sulit dipadamkan, pembakaran material batu bara yang berada di dalam tanah dapat membentuk rongga dan meningkatkan risiko longsor, termasuk mengancam badan jalan yang berada di sekitar titik api.

Saat dikonfirmasi, Kepala BPBD Tarakan Yonsep mengatakan, terdapat sedikitnya empat titik yang memiliki potensi batu bara, yakni dua titik di kawasan Amal, satu di Juata Kerikil dan satu lainnya di Pasir Putih. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di sekitar jalan menuju Universitas Borneo Tarakan (UBT).

“Kalau yang ada potensi batu bara itu ada empat titik. Amal ada dua, satu yang dekat Murniati, satu yang dekat perumahan dekat STIE. Kemudian Juata Kerikil dan Pasir Putih,” ujarnya, Selasa (18/8).

Khusus lokasi di kawasan Amal, luasan material yang diduga mengandung batu bara dan mengalami pembakaran diperkirakan mencapai sekitar satu hektare. Namun, BPBD belum dapat memastikan secara mendalam kondisi material di bawah permukaan tanah tersebut.

“Kita belum punya kajian yang mendalam tentang itu. Tetapi kalau secara kasat mata memang iya, kalau kita melihat luasannya,” katanya.

Menurut Yonsep, persoalan menjadi lebih serius karena pembakaran terjadi di dalam tanah. Pihaknya masih melakukan kajian untuk mengetahui apakah api yang muncul saat ini merupakan kebakaran baru atau merupakan sisa kebakaran sebelumnya yang masih tersimpan di bawah permukaan.

“Apakah itu penyebabnya karena kondisi sekarang ini atau itu ada kebakaran yang lama tapi tersimpan di dalam. Jadi itu yang sedang dilakukan kajian,” jelasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan bpbd kebakaran batu bara