TARAKAN - Penghormatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Tarakan tidak hanya berlangsung di lokasi upacara, tetapi juga melibatkan masyarakat di ruang publik. Jajaran kepolisian melakukan penghentian arus lalu lintas untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat mengikuti prosesi penghormatan Merah Putih, Senin (17/8).
Kasatlantas Polres Tarakan, Iptu Ardi Wisnu Pradana mengatakan, penghentian arus kendaraan dilakukan beberapa menit sebelum prosesi utama dimulai. Pengamanan tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat mengikuti rangkaian penghormatan detik-detik Proklamasi dengan tertib dan aman.
“Penghentian arus lalu lintas kita mulai pukul 11.14 WITA. Diawali dengan pembunyian sirine selama kurang lebih satu menit, dilanjutkan pembacaan teks Proklamasi, dan ditutup dengan penghormatan kepada Bendera Merah Putih yang diiringi lagu Indonesia Raya,” ujarnya, Senin (17/8).
Menurutnya, penghentian arus lalu lintas tersebut menjadi bagian dari cara masyarakat memperingati Hari Kemerdekaan. Penghormatan tidak hanya dilakukan dalam upacara resmi di lapangan, tetapi juga dapat dilaksanakan secara bersama-sama di ruang publik.
“Peringatan ini membuktikan bahwasannya 17 Agustus tidak hanya dilaksanakan secara seremonial di lapangan saja, melainkan juga di tempat umum. Kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengingat kembali jasa para pahlawan yang telah gugur, bahwasannya kita semua hidup dan besar di Tanah Air tercinta,” tuturnya.
Untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib, hampir 100 personel gabungan dikerahkan. Dari unsur kepolisian, sekitar 55 personel disiagakan untuk melakukan pengamanan di sejumlah titik.
Personel tersebut berasal dari Polres Tarakan maupun Direktorat Polda Kaltara yang berada di Tarakan. Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi gangguan lalu lintas sekaligus memastikan rangkaian penghormatan berjalan sesuai dengan yang direncanakan.
“Secara keseluruhan ada hampir 100 personel gabungan yang terlibat. Dari kepolisian sendiri menyiagakan sekitar 55 personel, gabungan dari Polres Tarakan maupun Direktorat Polda Kaltara yang ada di Tarakan,” jelasnya.
Penghentian arus lalu lintas juga menjadi bagian dari upaya memberikan ruang kepada masyarakat untuk menghentikan aktivitas sejenak dan memberikan penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan. Masyarakat yang berada di jalan maupun kawasan sekitar lokasi turut mengikuti prosesi ketika sirene dibunyikan.
Ardi mengapresiasi antusiasme masyarakat serta berbagai pihak yang ikut mendukung pelaksanaan penghormatan detik-detik Proklamasi tersebut. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan masih kuat dan dapat diwujudkan melalui kebersamaan.
“Alhamdulillah, ini bentuk dukungan nyata bahwasannya kita semua bersatu dan memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Sang Saka Merah Putih,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT