TARAKAN - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia Kota Tarakan diharapkan tidak hanya dirasakan masyarakat di lingkungan permukiman, tetapi juga turut semarak di kawasan pertokoan dan pusat aktivitas ekonomi. Pemilik ruko, kantor swasta, hotel, bank hingga rumah makan diimbau ikut mengibarkan Bendera Merah Putih sebagai bentuk partisipasi dalam menyemarakkan perayaan kemerdekaan.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tarakan, Sofyan mengatakan, pemasangan Bendera Merah Putih merupakan bagian dari tradisi masyarakat setiap merayakan kemerdekaan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan mengambil bagian, termasuk para pemilik dan pengelola tempat usaha.
Menurutnya, ruko dan tempat usaha yang berada di sepanjang jalan protokol memiliki posisi yang cukup strategis. Selain menjadi bagian dari wajah kota, keberadaan bendera yang terpasang di kawasan tersebut juga dapat menambah suasana kemerdekaan sekaligus memberikan contoh kepada masyarakat.
“Untuk di pemerintahan sudah diedarkan instruksi pemasangan bendera satu bulan di setiap instansi. Di masyarakat juga sudah banyak yang memasang, walaupun saya lihat masih banyak yang belum. Kami mengimbau masyarakat dapat memasang Bendera Merah Putih sebagai bentuk nasionalis dan cinta negara,” ujarnya, Sabtu (15/8).
Sofyan berharap pemilik ruko tidak perlu menunggu adanya teguran maupun imbauan dari petugas untuk memasang bendera. Kesadaran tersebut diharapkan tumbuh secara bersama-sama karena momentum kemerdekaan hanya diperingati satu kali dalam setahun.
Ia juga mengajak pemilik kantor swasta, hotel, bank, warung dan rumah makan untuk turut mengibarkan Bendera Merah Putih di tempat usaha masing-masing. Menurutnya, partisipasi pelaku usaha akan membuat suasana perayaan kemerdekaan di Kota Tarakan semakin terasa.
“Khususnya ruko pinggir jalan, kantor-kantor swasta, bank, hotel, warung atau rumah makan semoga semua menyadari hal ini. Ini bukan persoalan bendera, ini bentuk cara kita mensyukuri kemerdekaan dan menghormati jasa pahlawan kita,” katanya.
Lebih lanjut, Sofyan mengatakan pemasangan Bendera Merah Putih tidak hanya berkaitan dengan perayaan secara seremonial. Ada pesan nasionalisme yang dapat ditanamkan melalui kebiasaan tersebut, terutama kepada generasi muda.
Anak-anak yang melihat orang tua dan lingkungan sekitarnya memasang bendera, menurutnya, akan terbiasa dengan tradisi tersebut. Dari kebiasaan itu diharapkan tumbuh rasa ingin tahu mengenai sejarah perjuangan bangsa dan makna kemerdekaan.
“Memang kelihatan sepele, tapi ini dampaknya cukup besar untuk memelihara patriotisme kita. Dengan memasang bendera, ini akan dilihat dan diingat generasi muda khususnya anak-anak,” tuturnya.
Karena itu, ia berharap semangat memasang Bendera Merah Putih dapat menjadi kesadaran seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Tidak hanya rumah warga, tetapi juga bangunan usaha dan fasilitas lainnya di ruang publik diharapkan ikut dihiasi Sang Merah Putih selama perayaan kemerdekaan. “Memasang bendera ini salah satu cara merawat peradaban bangsa,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT