RSUD dr. Jusuf SK Siapkan Loket Khusus Lansia dan Disabilitas, Ini Alasannya

Zakaria RT • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 20:58 WIB
Plt Direktur RSUD dr. Jusuf SK Tarakan, dr. Budy Azis B., Sp.PK. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Plt Direktur RSUD dr. Jusuf SK Tarakan, dr. Budy Azis B., Sp.PK. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - RSUD dr. Jusuf SK Tarakan terus melakukan pembenahan pelayanan untuk mengurangi antrean dan memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia dan penyandang disabilitas. Selain menyiapkan loket khusus, rumah sakit juga mendorong masyarakat memanfaatkan layanan pendaftaran digital yang telah tersedia.

Plt Direktur RSUD dr. Jusuf SK Tarakan, dr. Budy Azis B., Sp.PK, mengatakan, loket khusus tersebut disiapkan agar lansia dan penyandang disabilitas tidak perlu mengikuti antrean umum. Kebijakan itu diharapkan membuat proses pelayanan menjadi lebih mudah dan nyaman.

“Kita siapkan loket khusus untuk lansia dan penyandang disabilitas. Mereka tidak perlu mengikuti antrean umum sehingga pelayanan bisa lebih mudah,” jelasnya, Jumat (14/8).

Selain pengaturan antrean, manajemen rumah sakit terus mendorong pemanfaatan aplikasi Mobile JKN dan Anjungan Pasien Mandiri (APM) berbasis sidik jari. Penggunaan sistem tersebut dinilai dapat memberikan kepastian dalam proses pendaftaran sekaligus mengurangi penumpukan pasien secara fisik di rumah sakit.

“Kita dorong masyarakat menggunakan Mobile JKN dan APM. Kalau pendaftaran bisa dilakukan dengan sistem yang sudah tersedia, penumpukan antrean di rumah sakit bisa dikurangi,” tuturnya.

Pembenahan pelayanan tersebut juga berjalan beriringan dengan pengembangan fasilitas kesehatan. Saat ini pembangunan gedung bunker radioterapi untuk mendukung pelayanan kanker tengah dilakukan dengan nilai sekitar Rp23 miliar.

“Radioterapi ini kita siapkan untuk memperkuat pelayanan kanker. Pembangunannya sedang berjalan,” katanya.

Tak hanya itu, manajemen RSUD dr. Jusuf SK Tarakan telah mengusulkan pembangunan gedung rawat inap baru kepada Kementerian Kesehatan. Penambahan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelayanan sekaligus mengurangi tekanan terhadap ketersediaan ruang perawatan.

“Target kita kapasitas rumah sakit bisa menuju sekitar 500 tempat tidur. Tentunya ini dilakukan bertahap sesuai dengan kemampuan dan dukungan yang ada,” ujarnya.

Budy menegaskan, berbagai pembenahan yang dilakukan tidak hanya untuk menjawab keluhan masyarakat yang muncul saat ini. Setiap masukan dari pasien maupun keluarga pasien akan menjadi bahan evaluasi bagi manajemen untuk memperbaiki kualitas pelayanan secara berkelanjutan.

“Keluhan masyarakat ini menjadi bahan evaluasi bagi kami. Yang penting bagaimana setiap keluhan itu ada tindak lanjut dan ada perbaikan pelayanan,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
pelayanan disabilitas lansia RSUD Jusuf SK