TARAKAN - Pelayanan kesehatan di RSUD dr. Jusuf SK Tarakan masih menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah persoalan seperti antrean, keterbatasan tempat tidur (bed), pengambilan obat hingga mekanisme pengaduan disampaikan dalam Forum Komunikasi Publik yang digelar rumah sakit. Sehingga, RSUD dr. Jusuf SK telah menerima banyak kritik dan masukan dari berbagai pihak agar pelayanan dapat lebih ditingkatkan.
Menanggapi berbagai masukan, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. Jusuf SK Tarakan, dr. Budy Azis B., Sp.PK, mengatakan, keluhan masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan publik. Karena itu, setiap aduan harus mendapatkan respons yang cepat. Lanjutnya, dalam penyelenggaraan pelayanan publik, tidak mungkin dapat memuaskan semua orang. Namun demikian, menurutnya pelayanan juga tidak boleh menutup mata atas berbagai keluhan yang ada.
"Kami akui saat ini masih jauh dari kata sempurna, masih banyak yang perlu ditingkatkan. Pintu masuk aduan itu banyak, ada yang langsung dan media sosial. Yang penting adalah bagaimana kita merespons cepat,” ujarnya, Jumat (14/8).
Menurutnya, masukan masyarakat justru dapat menjadi bahan untuk mengetahui bagian pelayanan yang masih perlu diperbaiki. Karena itu, jajaran rumah sakit diminta tidak menganggap keluhan sebagai persoalan semata, tetapi sebagai bagian dari evaluasi pelayanan.
Budy juga mengingatkan petugas agar menempatkan kebutuhan pasien sebagai prioritas. Sikap tersebut dinilai penting karena pasien datang ke rumah sakit dalam kondisi membutuhkan pelayanan dan kepastian.
“Salah satu pembenahan yang disiapkan berkaitan dengan sistem pengaduan. Setiap pengaduan tertulis akan ditindaklanjuti dengan target penyelesaian maksimal 1x24 jam. Selain itu, rumah sakit menyiagakan Manager on Duty selama 24 jam untuk menangani persoalan yang muncul di lapangan," terangnya.
“Jadi ketika ada masalah, tidak harus menunggu sampai besok. Ada yang bertugas dan bisa langsung merespons persoalan pelayanan,” katanya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT