Kembali Dilanjutkan, Pembangunan Pasar Batu Telan Anggaran Rp 78 Miliar

Zakaria RT • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:58 WIB
DILANJUTKAN: Komisi III DPRD Tarakan bersama DPUTR mengecek pembangunan Pasar Batu Sebengkok. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
DILANJUTKAN: Komisi III DPRD Tarakan bersama DPUTR mengecek pembangunan Pasar Batu Sebengkok. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Meski sempat “macet”, pembangunan Pasar Batu di Kelurahan Sebengkok, Kota Tarakan, kembali dilanjutkan dengan konsep pasar tradisional modern. Bangunan yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas perdagangan masyarakat tersebut dirancang empat lantai dengan fungsi berbeda, mulai dari area parkir, pusat perdagangan, hingga ruang kuliner dan pusat oleh-oleh khas Tarakan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Tarakan Randy Ramadhana Erdian mengatakan, bersama tim teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Tarakan, pihaknya meninjau langsung lokasi pembangunan. Peninjauan dilakukan untuk melihat kesiapan sekaligus perkembangan pekerjaan proyek yang kini kembali dilanjutkan secara bertahap.

Randy menjelaskan, pembangunan Pasar Batu menggunakan skema tahun jamak atau multiyears dengan total anggaran sekitar Rp 78 miliar. Pada 2026, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp 7 miliar untuk melanjutkan pekerjaan struktur bangunan.

“Total anggaran secara keseluruhan sekitar Rp 78 miliar dengan skema multiyears hingga 2029, di mana tahun ini kita mulai awal pengerjaan lanjutan struktur dengan alokasi Rp 7 miliar,” ujarnya, Kamis (13/8).

Menurutnya, pembangunan pasar tersebut memang tidak dapat diselesaikan hanya dalam satu tahun anggaran. Skema multiyears dipilih agar pembangunan bisa berjalan bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah, tanpa mengganggu pembiayaan program prioritas lainnya.

Secara keseluruhan, Pasar Batu akan memiliki empat lantai. Satu lantai difungsikan sebagai area dasar atau basement untuk parkir kendaraan, sedangkan tiga lantai lainnya digunakan untuk aktivitas perdagangan dan kuliner.

Randy mengatakan, konsep tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengembalikan fungsi Pasar Batu sebagai pusat perdagangan, tetapi juga memberikan wajah baru terhadap kawasan tersebut. Pasar nantinya diharapkan mampu menampung pedagang secara lebih tertata sekaligus menjadi ruang ekonomi baru bagi masyarakat.

Pasar Batu nantinya dirancang menampung sekitar 142 kios. Sebanyak 54 kios berada di lantai 1, kemudian 68 kios di lantai 2 dan 20 kios di lantai 3.

Selain menata aktivitas perdagangan, konsep pembangunan juga diarahkan menjadikan Pasar Batu sebagai pusat oleh-oleh khas Kota Tarakan. Produk lokal dan makanan khas daerah diharapkan dapat dipasarkan di dalam kawasan pasar.

“Konsepnya ini pasar tradisional modern yang juga difungsikan sebagai pusat oleh-oleh Kota Tarakan. Selain menata pedagang agar lebih rapi di dalam gedung empat lantai ini, kita berharap pasar ini bisa menjadi salah satu destinasi wisata yang mendongkrak PAD,” jelasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan pasar batu pembangunan pasar