Dari 3 Murid Gratis Jadi 800 Alumni, LKP Kaltara Jago Mandarin Buka Jalan Kuliah ke China

Rahul • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:22 WIB
Kegiatan belajar siswa LKP Kaltara Jago Mandarin di Tarakan.
Kegiatan belajar siswa LKP Kaltara Jago Mandarin di Tarakan.

TARAKAN – Kemampuan berbahasa Mandarin kini tidak hanya menjadi nilai tambah dalam dunia kerja, tetapi juga membuka peluang pendidikan hingga ke luar negeri. Kondisi tersebut mendorong Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Kaltara Jago Mandarin di Tarakan untuk terus memperluas akses masyarakat Kalimantan Utara mempelajari bahasa Mandarin sekaligus mendapatkan informasi mengenai peluang pendidikan dan pekerjaan di China.

Sejak berdiri pada 2018, LKP Kaltara Jago Mandarin telah berkembang dari lembaga kursus kecil menjadi salah satu tempat pelatihan bahasa Mandarin yang banyak diminati masyarakat di Kalimantan Utara. Dari awalnya hanya memiliki tiga peserta yang bahkan mengikuti pembelajaran secara gratis, kini lembaga tersebut telah mencatat lebih dari 800 alumni.

Kepala LKP Kaltara Jago Mandarin, Azroy, mengatakan perjalanan tersebut tidak berlangsung instan. Pada awal berdiri, pihaknya berupaya memperkenalkan bahasa Mandarin kepada masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa Mandarin dapat memberikan peluang yang lebih luas, khususnya bagi generasi muda.

“Awalnya hanya tiga orang yang kami ajar secara gratis. Dari situ berkembang terus sampai sekarang sudah lebih dari 800 alumni,” ujar Azroy.

Menurutnya, salah satu perkembangan yang cukup signifikan adalah semakin banyak peserta didik yang kemudian melanjutkan pendidikan ke China. Hingga saat ini, tercatat sekitar 110 mahasiswa asal Kalimantan Utara yang telah atau sedang menempuh pendidikan di China melalui berbagai jalur dan perguruan tinggi.

Jumlah tersebut dinilai menjadi bukti bahwa kemampuan bahasa Mandarin dapat menjadi salah satu modal penting bagi masyarakat Kaltara yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Tidak berhenti di sana, sekitar 65 peserta juga tengah dipersiapkan untuk melanjutkan perjalanan mereka ke China. Para peserta tidak hanya mendapatkan pembelajaran bahasa, tetapi juga dibekali persiapan yang berkaitan dengan kebutuhan mereka sebelum melanjutkan pendidikan.

Pelatihan Tiga Bulan

Azroy menjelaskan, program utama di LKP Kaltara Jago Mandarin dirancang agar peserta dapat mempelajari dasar-dasar bahasa Mandarin secara intensif dalam waktu sekitar tiga bulan.

Pembelajaran dilakukan dengan sistem yang menyesuaikan kebutuhan peserta. Kelas tersedia pada beberapa pilihan waktu, mulai dari pagi, siang hingga malam, sehingga masyarakat yang memiliki aktivitas sekolah maupun pekerjaan tetap dapat mengikuti kursus.

Para pengajar juga memiliki pengalaman belajar di China. Hal tersebut menjadi salah satu keunggulan karena peserta tidak hanya mendapatkan teori bahasa, tetapi juga dapat memperoleh gambaran mengenai kehidupan, pendidikan, hingga lingkungan di China dari orang yang pernah mengalaminya secara langsung.

“Yang kami harapkan, peserta tidak hanya bisa bahasa Mandarin. Mereka juga punya gambaran bahwa kemampuan ini bisa menjadi pintu untuk melanjutkan pendidikan ataupun mencari peluang pekerjaan,” jelasnya.

Bagi peserta yang memiliki keterbatasan biaya, LKP Kaltara Jago Mandarin juga berupaya memberikan sistem pembayaran yang fleksibel. Biaya kursus berada di bawah Rp500 ribu, tanpa biaya pendaftaran, serta dapat dibayarkan secara bertahap sesuai ketentuan yang diberikan lembaga.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya lembaga untuk membuat pembelajaran bahasa Mandarin dapat diakses lebih banyak masyarakat.

Dari Kursus Bahasa hingga Kuliah ke China

Perjalanan para alumni menjadi salah satu motivasi bagi peserta baru. Sebagian alumni yang sebelumnya mengikuti kursus di Tarakan kemudian berhasil melanjutkan pendidikan ke China.

Bagi LKP Kaltara Jago Mandarin, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kursus bahasa tidak harus berhenti pada kemampuan berbicara atau memahami tulisan Mandarin. Dengan persiapan yang tepat, kemampuan tersebut dapat menjadi bagian dari perjalanan pendidikan seseorang.

Azroy menyebut, peserta dengan kemampuan dan hasil belajar terbaik juga berkesempatan mendapatkan informasi serta peluang untuk melanjutkan pendidikan maupun bekerja di China.

Karena itu, pihaknya terus mendorong peserta untuk serius mengikuti proses pembelajaran sejak awal.

“Kesempatan itu ada. Tetapi tentu peserta harus punya kemauan belajar dan mengikuti prosesnya. Bahasa Mandarin menjadi salah satu bekal penting yang harus dipersiapkan,” katanya.

Kebutuhan Bahasa Mandarin Terus Berkembang

Menurut Azroy, meningkatnya hubungan Indonesia dengan China dalam berbagai sektor turut membuat kebutuhan terhadap kemampuan bahasa Mandarin semakin terbuka.

Bagi masyarakat Kaltara, posisi geografis yang berada di kawasan perbatasan dan memiliki aktivitas ekonomi yang terus berkembang juga menjadi peluang tersendiri.

Kemampuan berbahasa Mandarin dapat digunakan tidak hanya untuk kebutuhan pendidikan, tetapi juga komunikasi dalam dunia usaha, perdagangan, pariwisata maupun pekerjaan yang berkaitan dengan perusahaan atau mitra dari China.

Karena itu, LKP Kaltara Jago Mandarin berkomitmen untuk terus memberikan pelatihan kepada masyarakat yang ingin mempelajari bahasa tersebut.

Dari perjalanan yang bermula hanya dengan tiga murid, kini lebih dari 800 alumni telah merasakan proses pembelajaran di lembaga tersebut. Sebanyak 110 mahasiswa Kaltara yang melanjutkan pendidikan ke China juga menjadi bagian dari perjalanan panjang tersebut.

Ke depan, LKP Kaltara Jago Mandarin berharap semakin banyak generasi muda Kaltara yang berani melihat peluang pendidikan dan pekerjaan hingga ke luar negeri.

Bagi mereka, belajar bahasa Mandarin bukan sekadar mempelajari bahasa asing, tetapi juga mempersiapkan sebuah kemampuan yang dapat membuka pintu menuju kesempatan yang lebih luas.

Editor : Rahul
LKP Kaltara Jago Mandarin kaltara kuliah china