Kebakaran Bangunan di Tarakan Alami Penurunan

Zakaria RT • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:26 WIB
ILUSTRASI : Kebakaran yang terjadi di Kota Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
ILUSTRASI : Kebakaran yang terjadi di Kota Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Aktivitas Pemadam Kebakaran (PMK) Tarakan sepanjang 2026 tidak hanya disibukkan dengan penanganan api yang muncul di permukiman maupun kawasan lahan. Di tengah tren kebakaran bangunan yang disebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya, petugas justru menghadapi peningkatan permintaan penyelamatan atau rescue dari masyarakat. Berbagai laporan masuk, mulai dari evakuasi satwa liar hingga kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat petugas.

Hingga pertengahan Agustus 2026, tercatat sekitar 45 kejadian kebakaran yang ditangani PMK Tarakan. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 kejadian merupakan kebakaran bangunan, sedangkan 15 lainnya berupa kebakaran lahan yang ditangani karena berpotensi meluas dan mendekati kawasan permukiman.

Saat dikonfirmasi, Kepala Satpol PP dan PMK Kota Tarakan, Sofyan mengatakan, angka kebakaran bangunan tahun ini menunjukkan penurunan jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa penanganan dan pencegahan kebakaran di wilayah Tarakan mulai menunjukkan perkembangan positif.

“Hingga saat ini kurang lebih ada 45 kejadian. Sekitar 15 merupakan kebakaran lahan yang kami tangani karena sudah mendekati permukiman,” ujarnya, Rabu (12/8).

Lanjutnya, jika melihat catatan sepanjang 2025, jumlah kebakaran permukiman di Tarakan tercatat lebih dari 60 kejadian. Sementara hingga Agustus tahun ini, kebakaran bangunan berada di kisaran 30 kejadian.

“Jika dibandingkan dengan bulan yang sama, angkanya menurun. Karena ini sudah Agustus. Tahun lalu di bulan segitu lebih dari 30 kebakaran permukiman,” katanya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan pmk kebakaran