Kapolres Tarakan AKBP Bonifasius Rumbewas, S.I.K. melalui Kasat Lantas Polres Tarakan IPTU Ardi Wisnu Pradana, S.Tr.K., S.I.K., M.H., mengatakan, pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan kendaraan yang terlibat, serta memeriksa pengemudi truk untuk memastikan penyebab kecelakaan.
“Sekitar pukul 08.00 Wita kami menerima laporan adanya laka lantas di Jalan Gunung Selatan. Petugas langsung menuju lokasi. Kendaraan yang terlibat adalah truk warna oranye KT 8533 AK dan sepeda motor NMAX KU 2416 IU yang dikendarai Saudara HR,” ujar Ardi.
Truk tersebut dikemudikan Patrisius Laka Moa yang saat itu sedang dalam perjalanan menuju tempat kerjanya di kawasan Persemaian. Berdasarkan keterangan awal pengemudi, rem kendaraan diduga tidak berfungsi ketika melintasi ruas jalan menurun dan menikung di sekitar Gapura Taman Kota.
“Informasi awal dari pengemudi, dia berangkat kerja menuju Persemaian. Saat melintasi jalan menurun dan sedikit menikung, kendaraan diduga mengalami rem blong sehingga melebar ke jalur sebelah kanan,” katanya.
Akibat kehilangan kendali, truk masuk ke jalur berlawanan. Pada saat yang sama, HR yang mengendarai Yamaha NMAX sedang melaju dari arah berlawanan menuju tanjakan. Benturan keras tidak dapat dihindari.
“Karena kendaraan melebar ke kanan dan masuk ke jalur lawan, dari arah berlawanan datang motor NMAX. Akhirnya terjadi benturan,” jelas Ardi.
Benturan tersebut membuat korban terlempar ke sisi kanan jalan dan dinyatakan meninggal dunia. Sepeda motor yang dikendarainya terseret sekitar 30 meter sebelum truk akhirnya dibanting ke arah kiri dan terbalik di sisi jalan.
“Pengendara NMAX terlempar ke sebelah kanan dan dinyatakan meninggal dunia. Untuk motornya terseret kurang lebih sekitar 30 meter,” ungkapnya.
Saat ini sepeda motor korban telah diamankan di Mako Polres Tarakan, sedangkan truk yang terbalik masih menjalani proses evakuasi. Polisi juga akan memeriksa kondisi teknis kendaraan, termasuk sistem pengereman, untuk memastikan apakah benar terjadi kegagalan fungsi rem.
“Driver saat ini sedang dilakukan pemeriksaan. Kami masih mendalami kronologi dan kondisi kendaraan sebelum kecelakaan. Dugaan rem blong masih merupakan keterangan awal dari pengemudi dan belum menjadi kesimpulan resmi penyidik,” tegas Ardi.
Ia memastikan penyelidikan masih terus berjalan dan hasil pemeriksaan akan menjadi dasar penentuan penyebab pasti kecelakaan tersebut. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT