SNT 11 Tarakan Mulai MPLS, 80 Siswa Jalani Pemetaan Bakat dan Minat

Zakaria RT • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 20:11 WIB
Kepala SNT 11 Tarakan, Friny Napasti. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Kepala SNT 11 Tarakan, Friny Napasti. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Sebanyak 80 peserta didik menjadi angkatan pertama Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 11 Tarakan. Memasuki tahun ajaran baru, para siswa tidak hanya mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), tetapi juga akan menjalani rangkaian pra-studi untuk mengetahui kemampuan, karakter belajar, serta potensi yang dapat dikembangkan selama menempuh pendidikan.

MPLS berlangsung selama satu pekan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pra-studi selama dua pekan. Meski demikian, pra-studi tidak sepenuhnya terpisah dari kegiatan belajar mengajar karena pelaksanaannya berjalan bersamaan dengan pembelajaran rutin.

Saat dikonfirmasi, Kepala SNT 11 Tarakan, Friny Napasti mengatakan, MPLS menjadi tahap awal untuk mengenalkan siswa terhadap lingkungan sekolah sekaligus mempersiapkan mereka mengikuti proses pembelajaran.

“Jadi MPLS untuk SNT ini adalah sebuah masa di mana anak-anak mulai mempersiapkan diri masuk di dalam pembelajaran," ujarnya, Senin (10/8).

Di dalam kegiatan MPLS ini, anak-anak akan mengikuti kegiatan pengenalan warga sekolah, pengenalan lingkungan sekolah, mereka juga akan mengikuti kegiatan pembiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, dan nantinya benar-benar dipersiapkan supaya anak-anak ini masuk di dalam kegiatan pembelajaran,” terangnya.

Setelah masa pengenalan tersebut, siswa masuk pada tahapan pra-studi. Tahapan ini menjadi pembeda antara SNT dengan pola MPLS pada sekolah reguler karena siswa mendapatkan pendampingan lebih lanjut untuk mempersiapkan diri mengikuti pembelajaran.

“Yang berbeda dengan MPLS di sekolah reguler, kami akan melanjutkan tiga minggu ke depan dengan kegiatan pra-studi. Nah, kegiatan pra-studi ini adalah kegiatan untuk mempersiapkan anak-anak untuk siap belajar,” katanya.

Pendampingan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik. Siswa juga akan dibantu memahami cara belajar serta diarahkan untuk mengenali potensi yang dimiliki.

“Kami akan mendampingi secara psikologis, bagaimana mereka tahu caranya belajar. Kemudian juga mempersiapkan anak-anak ini untuk menggali apa yang menjadi potensi di dalam diri mereka yang nantinya akan dikembangkan oleh kurikulum,” jelasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
sekolah nasional terintegrasi snt tarakan mpls