TARAKAN - Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara bertahap sepanjang tahun membuat lebih banyak masyarakat di Kota Tarakan terjangkau skrining Human Immunodeficiency Virus (HIV). Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan menunjukkan, ribuan orang telah menjalani pemeriksaan hingga Semester I 2026, dengan puluhan kasus positif ditemukan dari berbagai kelompok yang menjadi sasaran pemeriksaan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sebagian besar temuan berada pada kelompok usia produktif. Dari kelompok yang diperiksa, Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) masih menjadi kelompok dengan jumlah temuan positif terbanyak, baik pada 2025 maupun hingga paruh pertama 2026.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinkes Kota Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti mengatakan, jumlah kasus yang ditemukan perlu dilihat bersama dengan cakupan pemeriksaan. Menurutnya, meningkatnya temuan tidak secara otomatis menunjukkan penularan mengalami lonjakan, karena jumlah masyarakat yang menjalani pemeriksaan juga meningkat.
“Ada peningkatan. Maksudnya peningkatan yang diperiksa dan pasti ada yang positif. Sepanjang 2025, kami Tarakan mencatat 7.314 orang telah menjalani tes HIV. Capaian tersebut melampaui target pemeriksaan yang ditetapkan sebanyak 7.093 orang atau mencapai 103,1 persen," ujarnya, Minggu (9/8).
Dari jumlah pemeriksaan tersebut, ditemukan 64 kasus positif HIV. Kelompok LSL menjadi penyumbang terbesar dengan 30 kasus atau 46,9 persen. Temuan tersebut berasal dari 384 orang LSL yang menjalani pemeriksaan. Setelah LSL, pasien Tuberkulosis (TB) menjadi kelompok dengan kasus positif terbanyak, yakni 17 kasus atau 26,6 persen.
"Kemudian ditemukan tujuh kasus pada kelompok Wanita Penjaja Seks (WPS), empat kasus pada ibu hamil, serta masing-masing dua kasus pada pasien Infeksi Menular Seksual (IMS), waria, dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)," urainya.
Lanjutnya, memasuki tahun 2026, pola temuan HIV masih menunjukkan kecenderungan yang sama. Hingga Semester I, sebanyak 3.673 orang telah menjalani pemeriksaan atau sekitar 51,6 persen dari target tahunan yang mencapai 7.118 orang. Lanjutnya, Dari pemeriksaan tersebut ditemukan 30 kasus positif HIV. Sebanyak 16 kasus atau 53,3 persen berasal dari kelompok LSL.
"Pemeriksaan terhadap kelompok LSL pada periode tersebut dilakukan terhadap 226 orang. Selain itu, ditemukan sembilan kasus positif dari pasien TB, tiga kasus dari kelompok WPS, dan dua kasus pada ibu hamil," terangnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT