KSOP Tarakan Pastikan Speedboat Beroperasi Sesuai Standar Kelaikan Laut

Eliazar Simon • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 19:56 WIB
KELAIKAN : KSOP Tarakan menegaskan seluruh speedboat reguler yang beroperasi wajib memenuhi standar kelaikan laut sebelum diizinkan berlayar. ISTIMEWA
KELAIKAN : KSOP Tarakan menegaskan seluruh speedboat reguler yang beroperasi wajib memenuhi standar kelaikan laut sebelum diizinkan berlayar. ISTIMEWA

TARAKAN – Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap keselamatan transportasi laut setelah insiden kebakaran speedboat di perairan Salimbatu, Kabupaten Bulungan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan menegaskan bahwa seluruh speedboat reguler yang beroperasi wajib memenuhi standar kelaikan laut sebelum diizinkan berlayar.

Kepala Pos Tengkayu I KSOP Tarakan, Abd Rahman mengatakan, setiap kapal yang akan beroperasi harus melalui proses pemeriksaan administrasi dan teknis. Kapal hanya dapat memperoleh Surat Persetujuan Berlayar (SPB) apabila seluruh persyaratan telah dipenuhi dan sertifikat kelaikan masih berlaku.

"Pengawasan seperti yang menjadi tugas kami, setiap keberangkatan pasti dilakukan pengawasan terkait penumpang, kelayakan kapal, terus pengecekan alat keselamatan yang memang sudah dibuktikan dengan sertifikat," ujarnya.

Menurut Rahman, sistem pengawasan saat ini telah dilakukan melalui mekanisme Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dengan menggunakan sistem Inaportnet. Melalui sistem tersebut, kapal tidak dapat berangkat apabila dokumen maupun sertifikat yang dipersyaratkan tidak lengkap.

"Sementara ini semua sesuai prosedur. Kapal laik laut dibuktikan dengan sertifikat," katanya.

Ia menjelaskan, pemeriksaan tidak hanya berhenti pada aspek administrasi. Petugas KSOP juga melakukan pemeriksaan fisik terhadap perlengkapan keselamatan saat proses embarkasi dan debarkasi penumpang.
Pemeriksaan tersebut meliputi kondisi alat keselamatan di atas kapal, termasuk memastikan seluruh peralatan dapat digunakan apabila terjadi keadaan darurat selama pelayaran.

"Sembari melakukan embarkasi dan debarkasi, teman-teman melakukan pemeriksaan secara fisik. Alatnya berfungsi atau tidak, itu juga kami cek," jelasnya.

Rahman menambahkan, awak kapal juga terus diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengawasan selama pelayaran, termasuk memastikan penumpang tetap berada di tempat duduk yang telah ditentukan.

"Pada saat pelayaran bagaimana bisa melakukan pengecekan, baik itu penumpang yang mungkin tidak sesuai duduk di seat-nya atau apa, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan itu dimungkinkan bisa diatasi," ujarnya.

Dengan pengawasan berlapis tersebut, KSOP Tarakan berharap operasional speedboat reguler tetap berjalan sesuai standar keselamatan pelayaran dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menggunakan transportasi laut sebagai sarana mobilitas antardaerah di Kalimantan Utara. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan pelayaran ksop speedboat