Pertumbuhan Ekonomi Kota Tarakan Mampu Bertahan di Atas Lima Persen, Ini Kata Akademisi

Zakaria RT • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 19:34 WIB
Akademisi Ekonomi dari UBT, Dr. Margiyono, S.E., M.Si. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Akademisi Ekonomi dari UBT, Dr. Margiyono, S.E., M.Si. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Kemampuan pemerintah daerah mengelola anggaran tidak hanya diukur dari besarnya pendapatan yang dimiliki, tetapi juga dari seberapa cepat anggaran tersebut direalisasikan untuk menggerakkan perekonomian. Semakin cepat belanja pemerintah beredar di masyarakat, semakin besar pula dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Akademisi Ekonomi dari Universitas Borneo Tarakan (UBT), Dr Margiyono S.E, M.Si, menilai Pemerintah Kota Tarakan berhasil menjaga perputaran anggaran meski di tengah kebijakan efisiensi. Bahkan, menurutnya, efisiensi juga memberikan manfaat berupa meningkatnya produktivitas masyarakat yang ikut menopang pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi Kota Tarakan dalam beberapa tahun terakhir mampu bertahan di atas lima persen. Capaian tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh besarnya pembiayaan perbankan, tetapi juga karena masyarakat Tarakan dikenal cepat beradaptasi ketika menghadapi tekanan ekonomi.

"Masyarakat Tarakan terkenal ulet. Ketika pendapatan berkurang, mereka mencari peluang usaha lain, mulai berdagang makanan, minuman hingga usaha kecil lainnya. Itu membuat roda ekonomi tetap bergerak," katanya, Jumat (7/8).

Selain menyoroti dampak efisiensi anggaran, Margiyono juga memberikan apresiasi terhadap pengelolaan keuangan Pemerintah Kota Tarakan. Berdasarkan data yang dimilikinya, Tarakan merupakan daerah dengan saldo kas paling kecil di Kalimantan Utara karena anggaran lebih cepat direalisasikan untuk berbagai program pembangunan.

Menurutnya, kondisi tersebut justru menunjukkan kemampuan pemerintah daerah dalam menggerakkan belanja sehingga anggaran tidak terlalu lama mengendap di kas daerah. Sebaliknya, masih banyak daerah yang memilih menahan belanja karena khawatir terhadap proses realisasi anggaran.

"Tarakan bekerja sangat baik. Uangnya dibelanjakan untuk program-program pemerintah. Banyak daerah justru masih menyimpan kas dalam jumlah besar karena khawatir membelanjakan anggaran. Menurut saya, itu layak diapresiasi," ujarnya.

Atas dasar itu, Margiyono berharap pemerintah pusat dapat memberikan insentif fiskal kepada Pemerintah Kota Tarakan, sebagai bentuk penghargaan atas kinerja pengelolaan anggaran yang dinilai efektif dan mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

"Saya pernah menyampaikan kepada pihak Kanwil agar Tarakan diberikan insentif. Daerah ini berani membelanjakan anggaran sesuai aturan sehingga uangnya benar-benar berputar di masyarakat. Itu merupakan prestasi yang patut mendapat penghargaan," pungkasnya. (zac)

Editor : Januriansyah RT
eifisensi tarakan kaltara ekonomi