TARAKAN – Tekanan terhadap kondisi fiskal tidak membuat Pemerintah Kota Tarakan mengubah arah kebijakan pembangunan. Di tengah upaya menyesuaikan kemampuan keuangan daerah, sektor pelayanan dasar tetap dipertahankan agar masyarakat tidak merasakan dampak langsung dari kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan tahun ini.
Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes. di mana menurutnya meskipun pemerintah harus melakukan penghematan anggaran dalam jumlah besar, pelayanan di bidang pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan sosial tetap menjadi prioritas utama.
Khairul mengakui, kondisi keuangan daerah tahun ini cukup berat. Pemerintah Kota Tarakan harus melakukan efisiensi anggaran hingga hampir Rp 400 miliar sebagai dampak kebijakan fiskal. Namun, pemangkasan anggaran tersebut lebih difokuskan pada sejumlah kegiatan yang dinilai tidak berdampak langsung terhadap pelayanan masyarakat.
"Kalau pun kita memotong, banyak kegiatan-kegiatan fisik yang kita potong. Tapi yang menyangkut pendidikan, kesehatan, JKN, PBI daerah, PBPU, itu komitmen kita untuk tetap jalan," tegasnya, Kamis (6/8).
Ia menjelaskan, pemerintah tetap berupaya menjaga keberlangsungan berbagai program yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat. Selain sektor pendidikan dan kesehatan, Pemkot Tarakan juga terus memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial.
Program kepesertaan BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan, kata Khairul, kini tidak hanya menyasar nelayan, petani, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi juga telah menjangkau para pengemudi ojek online.
Menurutnya, keberlanjutan program-program tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kualitas pelayanan publik di tengah keterbatasan anggaran.
Khairul menilai konsistensi pemerintah dalam mempertahankan sektor pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial turut berdampak terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Hal itu tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tarakan yang terus menunjukkan tren positif.
"Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tarakan terus menunjukkan tren positif. Saat ini, capaian IPM berada di kisaran 78 poin, menjadi yang tertinggi di Kalimantan dan berada di atas rata-rata nasional. Penentunya kan pendidikan, kesehatan, dan pendapatan per kapita. Sampai sejauh ini kita masih on the track," pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT