Lima Dapur MBG Tak Kunjung Dibuka, DPRD Tarakan Desak BGN Beri Kepastian

Zakaria RT • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 17:03 WIB
Ketua Komisi II DPRD Kota Tarakan, Simon Patino. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Ketua Komisi II DPRD Kota Tarakan, Simon Patino. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program prioritas pemerintah yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah di berbagai daerah. Agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan, seluruh rantai pelaksanaan program, mulai dari pengelolaan dapur hingga distribusi makanan, dituntut berjalan optimal tanpa hambatan. Namun, pelaksanaan program tersebut di Kota Tarakan masih menghadapi sejumlah kendala.

Hingga awal Agustus 2026, lima dapur penyedia MBG masih belum kembali beroperasi setelah dikenai penghentian sementara (suspend).  Kondisi itu mendorong Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan mengambil langkah resmi dengan menyurati Badan Gizi Nasional (BGN).

Saat dikonfirmasi, Ketua Komisi II DPRD Kota Tarakan Simon Patino mengatakan, surat tersebut akan segera dikirim dalam pekan ini. Menurutnya, DPRD ingin memperoleh kejelasan mengenai alasan belum dibukanya kembali lima dapur tersebut.

"Langkah terakhir dari DPRD secara kelembagaan adalah menyurat ke BGN untuk meminta lima dapur yang masih di-suspend segera dibuka. Suratnya kemungkinan minggu ini kami kirim karena sampai hari ini belum ada perkembangan dan semuanya masih ditutup," ujarnya, Kamis (6/8).

Simon menjelaskan, berdasarkan data yang diterima DPRD, lima dapur yang dihentikan sementara dikelola oleh tiga yayasan, yakni Yayasan Kristen Toraja, Yayasan Pangan Emas Kalimantan Utara (Kaltara), dan Yayasan Sadewa Pejuang Bergizi.

Masa penghentian operasional pun berbeda-beda. Ada dapur yang baru beberapa pekan tidak beroperasi, namun ada pula yang telah melewati empat bulan. Dapur Pamusian 1 milik Yayasan Kristen Toraja tercatat menjadi yang paling lama tidak beroperasi dengan masa suspend mencapai 122 hari.

"Penghentian sementara memang dilakukan karena adanya temuan hasil evaluasi yang harus diperbaiki pengelola. Tapi kami menyayangkan lambatnya tindak lanjut setelah seluruh perbaikan dinyatakan selesai," jelasnya.

"Kalau statusnya suspend berarti ada temuan yang harus mereka selesaikan. Tetapi yang menjadi pertanyaan kami, beberapa dapur sudah dinyatakan clear, namun sampai sekarang belum juga dibuka. Contohnya Yayasan Kristen Toraja yang sudah 122 hari berhenti beroperasi padahal semua temuan sudah diperbaiki," tegasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan SPPG BGN Mbg