Perluas Penolakan LGBT, Ormas di Tarakan Ini Rencanakan Konvoi Damai pada Sabtu Malam

Zakaria RT • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 17:02 WIB
Ketua FPI Kota Tarakan Ahmad Irwan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Ketua FPI Kota Tarakan Ahmad Irwan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Front Persaudaraan Islam (FPI) Kota Tarakan memastikan tetap melanjutkan rangkaian aksi penolakan terhadap LGBT. Setelah aksi sebelumnya diikuti kalangan pemuda, kali ini massa yang terlibat akan diperluas dengan mengajak berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) dan masyarakat umum melalui kegiatan konvoi kendaraan yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (8/8) malam.

Saat dikonfirmasi, Ketua FPI Tarakan Ahmad Irwan mengatakan, seluruh persiapan aksi telah dilakukan. Bahkan surat pemberitahuan kepada pihak kepolisian telah disampaikan dan panitia akan kembali melakukan koordinasi sebelum kegiatan berlangsung.

"Sudah fix. Surat pemberitahuan sudah kami kirimkan. Besok pagi panitia kecil juga akan mendatangi pihak kepolisian untuk koordinasi lebih lanjut," katanya, Kamis (6/8).

Ia menjelaskan, sehari sebelum pelaksanaan aksi, panitia terlebih dahulu menggelar konsolidasi untuk mematangkan seluruh persiapan. Menurut Ahmad Irwan, aksi tersebut terbuka bagi seluruh masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap isu yang diangkat. Selain anggota internal FPI, panitia juga mengundang sejumlah ormas adat serta berbagai komunitas di Tarakan.

"Untuk H-1 atau malam Sabtu kami berkumpul lagi untuk konsolidasi. Kami ingin memastikan semua berjalan tertib dan sesuai rencana," jelasnya.

"Kami mengajak para pemuda dan masyarakat umum. Yang tergabung bukan hanya internal kami, tetapi juga beberapa ormas yang kami undang dan berbagai komunitas. Undangannya terbuka," ucapnya.

Ia mengatakan konsep kegiatan kali ini bukan berupa demonstrasi di satu titik, melainkan konvoi kendaraan yang bertujuan menunjukkan dukungan masyarakat terhadap gerakan tersebut. "Ini lebih kepada menunjukkan kekuatan dan respons masyarakat. Setelah itu baru kami lakukan pertemuan lagi untuk mematangkan langkah berikutnya. Kami ingin melihat dulu bagaimana respons masyarakat karena aksi sebelumnya masih didominasi anak-anak muda," jelasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
lgbt tarakan fpi