Tambak Tarakan Minim Antibiotik, Mutu Udang dan Bandeng Dinilai Lebih Unggul

Eliazar Simon • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 21:32 WIB
Kepala BPPMHKP Tarakan, Piyan Gustaffiana, S.St.Pi., M.Si., M.H. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 
Kepala BPPMHKP Tarakan, Piyan Gustaffiana, S.St.Pi., M.Si., M.H. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 

TARAKAN – Tambak dan perairan di Kalimantan Utara (Kaltara) dinilai masih menjadi salah satu kawasan budidaya perikanan yang paling alami di Indonesia. Sistem budidaya yang masih didominasi pola tradisional membuat penggunaan bahan kimia maupun antibiotik relatif minim sehingga kualitas udang dan bandeng dari wilayah ini dinilai memiliki keunggulan tersendiri.

Kepala Balai Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Tarakan, Piyan Gustaffiana, S.St.Pi., M.Si., M.H., mengatakan, kondisi lingkungan di Kalimantan Utara masih sangat mendukung sehingga budidaya belum memerlukan intervensi intensif sebagaimana yang terjadi di sejumlah daerah lain.

“Alhamdulillah Tarakan masih sangat alami. Salah satunya yang terbaik di Indonesia. Budidayanya masih belum intensif karena alamnya memang masih mendukung. Jadi karakter budidayanya memang berbeda dengan daerah yang sudah menerapkan sistem intensif,” ujarnya.

Menurut Piyan, sebagian besar tambak di Kaltara masih mengandalkan produktivitas alami. Bahkan, dalam beberapa kondisi, komoditas budidaya tetap dapat tumbuh dengan baik tanpa ketergantungan tinggi terhadap pakan tambahan.

“Kalau teman-teman lihat di tambak, di sini ditebar tidak usah diberi pakan pun bisa tumbuh. Itu yang paling dicari karena belum ada campuran antibiotik dari pakan. Produk seperti ini justru memiliki nilai tersendiri,” katanya.

Ia menjelaskan budidaya di Kalimantan Utara masih didominasi pola ekstensif atau tradisional. Kondisi tersebut membuat penggunaan bahan kimia dalam proses produksi masih sangat terbatas sehingga karakter alami komoditas perikanan tetap terjaga.

“Karakteristik budidaya memang berbeda-beda. Di sini masih masuk kategori ekstensif atau tradisional sehingga belum terlalu banyak sentuhan atau modifikasi yang membutuhkan bahan-bahan kimia. Karena itu komoditasnya menjadi unggul dibanding daerah yang budidayanya sudah lebih intensif,” jelasnya.

Komoditas budidaya yang saat ini mendominasi di Kalimantan Utara antara lain udang dan bandeng. Kedua komoditas tersebut masih menjadi andalan hasil tambak masyarakat, selain berbagai jenis ikan yang dibudidayakan di wilayah pesisir.

“Kalau di Tarakan, komoditas unggulannya masih udang, kemudian bandeng. Itu yang paling banyak dari budidaya tambak,” tuturnya.

Piyan menilai kondisi alami yang masih dimiliki Kalimantan Utara menjadi modal penting dalam mempertahankan kualitas hasil budidaya. Di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap produk pangan yang minim residu antibiotik dan bahan kimia, komoditas tambak dari Kaltara berpotensi memiliki daya saing yang semakin kuat. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tambak bandeng udang tarakan