Anak Panah dari Tarakan Menuju Lembah Tidar, Kisah Indra Zakwan Mengejar Mimpi Jadi Perwira TNI AD

Eliazar Simon • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 21:27 WIB
MENGEJAR MIMPI : Indra Zakwan Pribadi menunjukkan semangat juang sebagai atlet panahan Perpani Kota Tarakan dan berhasil menembus seleksi pusat Akademi TNI 2026 dan siap menjalani pendidikan sebagai Taruna Akmil Matra Darat.
MENGEJAR MIMPI : Indra Zakwan Pribadi menunjukkan semangat juang sebagai atlet panahan Perpani Kota Tarakan dan berhasil menembus seleksi pusat Akademi TNI 2026 dan siap menjalani pendidikan sebagai Taruna Akmil Matra Darat.

TARAKAN — Tali busur yang ditarik dengan penuh konsentrasi, napas yang ditahan sejenak, lalu anak panah dilepaskan menuju sasaran. Bagi Indra Zakwan Pribadi, olahraga panahan bukan sekadar tentang meraih angka tertinggi di papan target. Dari olahraga itu, ia belajar arti fokus, kesabaran, dan keberanian mengambil keputusan.

Nilai-nilai itulah yang kemudian membawanya melewati perjalanan panjang hingga berhasil menembus Akademi TNI Tahun 2026 dan dinyatakan lolos sebagai calon Taruna Akademi Militer (Akmil) Matra Darat.

Pemuda asal Kota Tarakan ini sebelumnya dikenal sebagai atlet panahan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Tarakan. Namun di balik aktivitasnya sebagai atlet, tersimpan mimpi besar untuk mengikuti jejak para prajurit TNI.

“Bagi saya, panahan mengajarkan banyak hal. Tidak hanya soal membidik sasaran, tetapi bagaimana kita mengendalikan diri, menjaga fokus, dan berani mengambil keputusan pada saat yang tepat. Hal itu juga saya terapkan dalam perjalanan menuju Akmil ini,” ujar Indra.

Perjalanan Indra menuju cita-cita sebagai perwira TNI tidak ditempuh dengan mudah. Setelah menyelesaikan pendidikan di SD Utama 2 Tarakan dan SMP Negeri 1 Tarakan, ia melanjutkan pendidikan ke SMA Taruna Nusantara Magelang.

Di sekolah yang dikenal mencetak calon pemimpin bangsa itu, Indra ditempa dalam lingkungan penuh disiplin. Ia harus menjalani berbagai pembinaan fisik, mental, akademik, serta karakter yang menjadi bekal menghadapi tantangan lebih besar.

“Awalnya tentu tidak mudah. Jauh dari keluarga dan harus beradaptasi dengan sistem pendidikan yang sangat disiplin menjadi tantangan tersendiri. Tetapi saya melihat itu sebagai proses untuk membentuk diri menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Kesempatan besar kemudian datang ketika Indra mendapatkan jalur akselerasi Akademi TNI Tahun 2026. Jalur khusus tersebut menjadi peluang bagi siswa yang dinilai memiliki kemampuan dan kesiapan di atas rata-rata.

Tanpa ragu, Indra memilih mengambil kesempatan itu. Ia mengikuti rangkaian seleksi pusat yang mempertemukannya dengan peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

“Saya bersyukur mendapatkan kesempatan ini. Saya tahu persaingannya sangat berat, tetapi saya berusaha memberikan yang terbaik di setiap tahapan seleksi. Kuncinya adalah tetap berusaha, disiplin, dan percaya dengan proses,” katanya.

Di balik keberhasilan Indra, terdapat sosok keluarga yang menjadi sumber kekuatan. Sang ayah, Sertu Yanuar Pribadi, merupakan prajurit TNI yang berdinas di Kodim 0907/Tarakan.

Sejak kecil, Indra sudah terbiasa melihat nilai-nilai seorang prajurit diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap disiplin, tanggung jawab, dan pantang menyerah menjadi pelajaran yang terus ia bawa.

“Saya selalu mengajarkan kepada Indra bahwa menjadi seorang prajurit bukan hanya soal kemampuan fisik, tetapi juga tentang karakter, tanggung jawab, dan pengabdian. Kalau ingin mencapai sesuatu, harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh,” kata Sertu Yanuar.

Menurutnya, keberhasilan anaknya menjadi Taruna Akmil merupakan buah dari proses panjang yang dijalani sejak kecil. “Sebagai orang tua tentu kami bangga dan bersyukur. Tetapi perjalanan Indra masih panjang. Kami selalu mengingatkan agar tetap rendah hati, terus belajar, dan menjaga nama baik keluarga serta daerah asalnya,” tuturnya.

Kini, nama Indra Zakwan Pribadi menjadi salah satu kebanggaan bagi Kota Tarakan dan Kalimantan Utara. Ia membuktikan bahwa anak-anak dari daerah perbatasan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih prestasi di tingkat nasional.

“Saya berharap keberhasilan ini bisa menjadi motivasi bagi teman-teman di Kaltara bahwa jangan takut memiliki mimpi besar. Selama mau berusaha dan disiplin, peluang itu selalu ada,” pesan Indra.

Dari Bumi Paguntaka menuju Lembah Tidar Magelang, perjalanan Indra baru saja dimulai. Ia akan kembali menjalani pendidikan dan pembentukan karakter untuk menjadi calon perwira TNI Angkatan Darat.

Sebuah perjalanan panjang yang bermula dari sebuah busur dan anak panah di Tarakan, kini mengarah menuju cita-cita besar: mengabdi untuk Indonesia. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan panahan feature