Libatkan Orang Tua dan Tokoh Agama, Kemenag Tarakan Perkuat Pembinaan Karakter Anak

Zakaria RT • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 20:50 WIB
Kepala Kantor Kemenag Kota Tarakan, H. Syopyan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Kepala Kantor Kemenag Kota Tarakan, H. Syopyan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Penguatan pendidikan karakter dinilai tidak dapat hanya mengandalkan proses pembelajaran di ruang kelas. Peran keluarga, tokoh agama, hingga masyarakat menjadi bagian penting dalam membentuk kepribadian anak agar memiliki akhlak yang baik dan mampu menghadapi berbagai pengaruh negatif di lingkungan sekitarnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tarakan, H. Syopyan mengatakan, pihaknya terus mengoptimalkan peran penyuluh agama, ustaz, ustazah, serta penyuluh lintas kecamatan untuk memberikan pembinaan kepada masyarakat. Edukasi tersebut juga menyasar para orang tua agar lebih aktif mengawasi perkembangan anak di lingkungan keluarga.

Menurutnya, keluarga merupakan benteng pertama dalam membentuk karakter anak. Karena itu, komunikasi dan sinergi antara orang tua, guru, serta tokoh agama harus terus diperkuat agar proses pembinaan berjalan seiring.

"Anak itu lebih banyak berada di lingkungan keluarga. Karena itu orang tua memiliki peran yang sangat besar. Sekolah hanya membantu memperkuat pendidikan karakter yang sudah dibangun dari rumah," katanya, Selasa (4/8).

Syopyan mengungkapkan, saat ini terdapat 45 lembaga pendidikan madrasah di bawah naungan Kemenag Kota Tarakan yang terdiri atas Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA). Selain itu, terdapat 14 pondok pesantren yang juga menjadi bagian dari pembinaan Kemenag.

Ia memastikan seluruh lembaga pendidikan tersebut siap menyesuaikan kebijakan pemerintah apabila regulasi maupun petunjuk teknis resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia telah diterbitkan.

"Saat ini kami tinggal menunggu petunjuk teknisnya. Kalau sudah ada, tentu seluruh madrasah dan pondok pesantren akan menyesuaikan pelaksanaannya sesuai ketentuan dari pemerintah pusat," urainya.

Lebih lanjut, Syopyan berharap penguatan pendidikan karakter melalui kurikulum nantinya tidak hanya menjadi tanggung jawab guru di sekolah. Menurutnya, keberhasilan pembinaan moral generasi muda sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, tokoh agama, dan masyarakat.

"Kalau semua unsur bergerak bersama, insyaallah pembinaan karakter anak akan lebih kuat. Pendidikan di sekolah, pembinaan di rumah, dan penguatan nilai-nilai agama di masyarakat harus berjalan beriringan sehingga generasi muda memiliki akhlak yang baik dan mampu menghadapi berbagai pengaruh negatif," pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
pembinaan karakter anak tarakan kemenag pendidikan