Proyek Pembangunan Sirkuit Pantai Amal Tarakan Jadi Prioritas, Puspem Dibangun Bertahap

Zakaria RT • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 20:48 WIB
Wali Kota Tarakan dr. Khairul M.Kes. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Wali Kota Tarakan dr. Khairul M.Kes. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Sejumlah proyek strategis yang selama ini menjadi rencana Pemerintah Kota Tarakan mulai dipersiapkan untuk direalisasikan melalui skema pembiayaan tahun jamak (multiyears). Setelah mekanisme pembiayaan disesuaikan dengan regulasi pemerintah pusat, sejumlah pembangunan bernilai besar dipastikan tetap berjalan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

Wali Kota Tarakan dr. Khairul M.Kes mengatakan, salah satu proyek yang menjadi prioritas adalah pembangunan sirkuit road race dan grasstrack di kawasan Pantai Amal. Pemerintah telah menyiapkan lahan sekitar enam hektare untuk mendukung pembangunan fasilitas olahraga otomotif tersebut.

Ia menjelaskan, total kebutuhan anggaran pembangunan sirkuit diperkirakan mencapai lebih dari Rp 50 miliar. Namun pada tahap awal pemerintah hanya akan mengalokasikan sekitar Rp 19 miliar untuk membangun badan lintasan agar dapat segera dimanfaatkan masyarakat.

"Yang penting sudah menjadi arena untuk latihan maupun pertandingan. Memang konsep akhirnya berstandar internasional, tetapi pada tahap awal belum dilengkapi tribun penonton dan fasilitas pendukung lainnya," katanya, Selasa (8/4).

Khairul menuturkan, pembangunan sirkuit dirancang menggunakan skema multiyears selama sedikitnya dua tahun. Apabila seluruh tahapan administrasi dan proses pengadaan berjalan sesuai jadwal, pekerjaan fisik ditargetkan dapat dimulai tahun ini dan rampung paling cepat pada 2027.

Selain sirkuit, pemerintah juga mulai mempersiapkan pembangunan kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tarakan. Tahap awal akan difokuskan pada pembangunan gedung Sekretariat Daerah atau Kantor Wali Kota beserta pembangunan jalan arteri menuju kawasan tersebut.

"Pusat pemerintahan juga kami sesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Kemungkinan yang pertama dibangun adalah Kantor Wali Kota, kemudian infrastruktur pendukung lainnya menyusul secara bertahap," tuturnya.

Menurut Khairul, kawasan Puspem nantinya tidak hanya difungsikan sebagai pusat perkantoran pemerintah. Kawasan tersebut juga akan dilengkapi berbagai fasilitas pelayanan publik, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Terpadu.

Untuk merealisasikan pengembangan kawasan tersebut, pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp400 miliar. Karena nilainya cukup besar, pembangunan akan dilakukan secara bertahap selama kurang lebih lima tahun.

"Tidak mungkin langsung dibangun semuanya. Tahap awal kami rencanakan sekitar 10 persen dari total kebutuhan anggaran sebagai dana awal pembangunan," jelasnya.

Selain itu, pembangunan Pasar Sebengkok dan fasilitas cold storage juga tetap masuk dalam daftar proyek strategis pemerintah. Kedua proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan aktivitas perdagangan masyarakat sekaligus memperkuat sektor perikanan melalui penyediaan fasilitas penyimpanan hasil tangkapan.

Khairul menegaskan seluruh proyek akan dilaksanakan berdasarkan skala prioritas dan kemampuan fiskal daerah. Menurutnya, mekanisme pembiayaan multiyears yang baru justru memberikan fleksibilitas agar pembangunan tetap berjalan tanpa membebani kondisi keuangan daerah.

"Yang terpenting pembangunan tetap berjalan. Dengan skema yang baru ini kita bisa mengatur tahapan pekerjaan sesuai kemampuan daerah sehingga seluruh proyek strategis dapat direalisasikan secara bertahap," pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan proyek pusat pemerintahan