Polres Tarakan Gencarkan Edukasi Narkoba, Daerah Pesisir Jadi Prioritas

Eliazar Simon • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 15:28 WIB
Kasat Resnarkoba Polres Tarakan, Iptu Hendra Tri Susilo, S.H., M.H. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 
Kasat Resnarkoba Polres Tarakan, Iptu Hendra Tri Susilo, S.H., M.H. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 

TARAKAN – Tingginya angka pengungkapan kasus narkotika di kawasan pesisir membuat Satresnarkoba Polres Tarakan tidak hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan melalui sosialisasi di sekolah dan lingkungan masyarakat.

Kasat Resnarkoba Polres Tarakan, Iptu Hendra Tri Susilo, S.H., M.H., mengatakan, wilayah pesisir seperti Selumit Pantai, Pantai Amal, Kawasan Timbunan, dan Juata Korpri masih menjadi daerah dengan pengungkapan kasus tertinggi di Tarakan.

“Wilayah pesisir memang masih cukup tinggi pengungkapan kasusnya, sehingga selain penegakan hukum kami juga terus melakukan pencegahan sejak dini,” katanya.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan penyuluhan kepada pelajar pada awal tahun ajaran baru serta menggelar sosialisasi di kelurahan-kelurahan pesisir.

“Terakhir kami melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah saat tahun ajaran baru. Selain itu kami juga melakukan sosialisasi di kelurahan-kelurahan wilayah pesisir, seperti Selumit Pantai dan Pantai Amal,” ujarnya.

Hendra menilai tingginya penyalahgunaan narkotika di kawasan pesisir tidak terlepas dari pola aktivitas masyarakat yang banyak bekerja pada malam hari.

“Orang yang bekerja di perairan atau pertambakan sering begadang malam. Ada yang mencari kepiting, ada yang panen rumput laut. Mereka beralasan memakai narkotika agar bisa tetap terjaga, padahal itu jelas keliru,” jelasnya.

Menurutnya, pengguna narkotika di wilayah pesisir berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari petambak, pekerja perusahaan, karyawan perusahaan migas, hingga motoris speedboat. 

Kondisi tersebut membuat peredaran narkotika sulit diputus sepenuhnya. Meski bandar maupun pengedar telah ditangkap, pelaku baru terus bermunculan karena permintaan tetap tinggi.

“Walaupun bandarnya sudah kita tangkap, tetap ada lagi pemain baru yang muncul. Karena permintaan di sana memang cukup tinggi,” katanya.

Di sisi lain, Polres Tarakan masih menunggu arahan resmi dari Mabes Polri terkait pelaksanaan Operasi Antik yang merupakan operasi khusus pemberantasan narkotika secara serentak di seluruh Indonesia.

“Untuk saat ini kami belum mendapatkan arahan pelaksanaan Operasi Antik. Biasanya ada TR dari Mabes Polri dan dilaksanakan serentak. Namun patroli dan pengungkapan kasus tetap kami lakukan secara rutin,” tegas Hendra.

Ia berharap upaya pencegahan melalui edukasi dapat menekan permintaan narkotika di kawasan pesisir, sehingga mata rantai peredaran dapat diputus tidak hanya melalui penindakan, tetapi juga melalui kesadaran masyarakat.

“Pencegahan harus terus dilakukan sejak dini karena wilayah pesisir memang masih membutuhkan perhatian bersama,” pungkasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan narkoba pesisir narkotika