TARAKAN – Di tengah lesunya geliat olahraga di Kalimantan Utara akibat efisiensi anggaran pemerintah daerah serta terbatasnya alokasi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltara, Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia (MI) Kalimantan Utara justru menunjukkan langkah berani.
Cabang olahraga bela diri tersebut memastikan tetap tancap gas dengan memberangkatkan kontingen besar ke Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Indonesia Muaythai Championship 2026 yang akan digelar di Kota Bekasi, Jawa Barat, pada 4–9 Agustus mendatang.
Kontingen Muaythai Kaltara terdiri dari 25 orang, yakni 19 atlet serta 6 official dan pelatih. Seluruh atlet yang diberangkatkan merupakan hasil pembinaan yang telah dipersiapkan selama beberapa bulan terakhir untuk menghadapi dua agenda besar, yakni PON Beladiri 2026 di Manado, Sulawesi Utara, dan Babak Kualifikasi PON XXII 2028 NTT-NTB yang akan berlangsung pada 2027.
Ketua Harian Pengprov Muaythai Indonesia Kaltara, Hendra Radiyanto mengatakan, keikutsertaan pada Kejurnas kali ini bukan sekadar memenuhi agenda organisasi, tetapi merupakan bagian dari strategi pembinaan jangka panjang.
“Di Kejurnas kali ini kita membawa 19 atlet dan 6 official/pelatih. Jumlah ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang selama ini kami lakukan. Kejurnas menjadi bagian penting dari persiapan menuju PON Beladiri dan Babak Kualifikasi PON,” ujarnya.
Menurut Hendra, Kejurnas merupakan agenda resmi Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PB MI) yang wajib diikuti seluruh pengurus provinsi. Namun, tahun 2026 juga memiliki arti penting karena menjadi batas akhir terkait status domisili atlet, sehingga daerah harus memperkuat upaya mempertahankan atlet-atlet berprestasi agar tidak berpindah membela provinsi lain.
“Sudah bukan rahasia umum lagi. Atlet yang memiliki prestasi akan mencari daerah yang bisa menjamin kehidupannya di kemudian hari, baik berupa bonus, lapangan pekerjaan maupun fasilitas pembinaan yang lebih baik. Karena itu, pengurus dan pembina di daerah harus memiliki benteng yang kuat agar atlet-atlet terbaik tidak hijrah ke daerah lain,” tegasnya.
Ia menjelaskan, Kejurnas juga menjadi tolok ukur kemampuan atlet untuk melihat sejauh mana kesiapan mereka bersaing menuju PON XXII 2028. Target Muaythai Kaltara bukan sekadar tampil melalui jalur wildcard, tetapi meraih tiket PON melalui Babak Kualifikasi PON.
“Kami ingin atlet benar-benar mendapatkan tiket PON lewat prestasi, bukan sekadar ikut karena wildcard. Karena itu, Kejurnas menjadi momentum penting untuk mengukur kemampuan mereka sebelum menghadapi Babak Kualifikasi PON tahun depan,” katanya.
Selain Kejurnas, Muaythai Kaltara juga menargetkan penampilan maksimal pada PON Beladiri 2026 di Manado yang dinilai sebagai ajang penting untuk menguji mental bertanding dan kualitas atlet sebelum memasuki tahapan kualifikasi.
“Masih ada satu agenda besar lagi, yaitu PON Beladiri 2026 di Manado. Itu juga menjadi bagian dari roadmap kami untuk menembus PON XXII 2028 di NTT dan NTB,” tambahnya.
Hendra mengakui, ketersediaan dana tetap menjadi elemen penting dalam pembinaan olahraga. Namun di tengah situasi efisiensi yang saat ini melanda berbagai sektor, termasuk olahraga, ia menilai inovasi dan solusi pengurus jauh lebih menentukan dibanding hanya menunggu bantuan pemerintah.
“Dana memang penting, tetapi inovasi pengurus jauh lebih penting. Kalau kita hanya berharap KONI yang saat ini juga terdampak efisiensi anggaran, maka hampir semua cabang olahraga akan merasakan dampaknya. Pengurus harus mampu mencari jalan keluar agar pembinaan tetap berjalan,” ucapnya.
Ia berharap keberangkatan kontingen besar Muaythai Kaltara ke Bekasi dapat menjadi momentum kebangkitan olahraga prestasi di Kalimantan Utara dan membuka peluang lebih besar bagi atlet-atlet daerah untuk bersaing di level nasional. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT