TARAKAN - Harapan Forum Komunikasi Ketua RT (FKKRT) Kota Tarakan untuk membantu Pemerintah Kota Tarakan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) belum berjalan sesuai harapan. Program jemput bola yang diinisiasi sejumlah Ketua RT di Kelurahan Kampung Empat justru terhenti di tengah jalan setelah muncul penilaian bahwa mekanisme tersebut tidak sesuai aturan.
Saat dikonfirmasi, Sekretaris FKKRT Kota Tarakan, Zainuddin Umar mengatakan, Inisiatif tersebut lahir sebagai tindak lanjut atas arahan Wali Kota Tarakan saat pelantikan Ketua RT. Dalam sambutannya, wali kota Tarakan dr Khairul M.Kes meminta para ketua RT ikut membantu pemerintah memaksimalkan PAD, termasuk dengan melibatkan Dasawisma untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Dalam pelaksanaannya, Ketua RT di Kelurahan Kampung Empat membagikan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB dan memberikan penjelasan mengenai kewajiban membayar pajak, sekaligus menawarkan pembayaran secara kolektif. Cara itu dipilih karena banyak warga enggan datang ke bank hanya untuk membayar tagihan PBB yang nilainya relatif kecil," ujarnya, Senin (3/8).
Namun, ia menegaskan program tersebut tidak berlangsung lama. Zainuddin mengaku ada pihak yang melaporkan kegiatan tersebut kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Tak lama kemudian, pihak kelurahan menerima arahan agar mekanisme tersebut dihentikan.
"Ada pihak-pihak tertentu yang melaporkan ke BPKAD bahwa aparat kelurahan melakukan pendampingan seperti itu. Akhirnya langsung diminta berhenti karena dianggap tidak boleh," katanya.
Menurutnya, keputusan tersebut membuat aparat kelurahan enggan kembali mendampingi RT. Padahal, lanjut dia, kehadiran aparat kelurahan justru dibutuhkan agar informasi yang diterima masyarakat tidak keliru.
"Kasih pemerintahan akhirnya merasa tidak enak lagi untuk turun mendampingi kami. Padahal yang memberikan penjelasan kepada masyarakat seharusnya memang dari pihak kelurahan," ungkapnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT