Tersesat di Bukit Kabut, Basarnas Tarakan Evakuasi Selamat Tiga Warga Juata Laut 

Eliazar Simon • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 15:14 WIB
EVAKUASI: Tim SAR mengevakuasi tiga warga di kawasan hutan Bukit Kabut setelah dilaporkan tersesat. BASARNAS TARAKAN
EVAKUASI: Tim SAR mengevakuasi tiga warga di kawasan hutan Bukit Kabut setelah dilaporkan tersesat. BASARNAS TARAKAN

TARAKAN – Tiga warga Perumahan Permai Indah 1 RT 002, Kelurahan Juata Laut, Tarakan Utara, yang sempat tersesat di kawasan hutan Bukit Kabut, berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi selamat oleh tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tarakan, Senin (3/8) dini hari.

Ketiga korban diketahui bernama Danuriadi (40), Wahyono (60), dan Satria (11). Mereka dilaporkan tersesat saat hendak pulang dari kebun di kawasan Bukit Kabut pada Minggu (2/8) sore.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tarakan, Syahril, S.E., menjelaskan laporan mengenai kondisi membahayakan manusia tersebut diterima pihaknya sekitar pukul 20.30 WITA dari Gita, istri salah satu korban.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, tiga orang tersebut tidak kembali dari kebun dan diduga tersesat di kawasan hutan Bukit Kabut, Juata Laut. Tim segera diberangkatkan untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan," ujarnya.

Usai menerima laporan, tim SAR melaksanakan briefing dan bergerak menuju lokasi sekitar pukul 20.45 WITA dengan estimasi tiba di lokasi pukul 21.15 WITA. Operasi dilakukan menggunakan satu unit rescue car, tiga unit motor trail, perlengkapan medis, peralatan jungle rescue, drone thermal, serta perangkat komunikasi.

Pencarian berlangsung beberapa jam hingga akhirnya pada Senin (3/8) pukul 00.05 WITA seluruh korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Posisi korban berada sekitar 300 meter dari titik lokasi kejadian yang dilaporkan.

"Seluruh korban ditemukan dalam keadaan selamat dan langsung dievakuasi ke rumah keluarga masing-masing," kata Syahril.

Setelah proses evakuasi selesai, tim SAR gabungan melaksanakan debriefing pada pukul 00.20 WITA. Operasi SAR kemudian dinyatakan selesai dan ditutup, sementara seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.

Dalam operasi tersebut, Basarnas Tarakan dibantu oleh personel Polsek Tarakan Utara, Destana Juata Laut, serta masyarakat dan keluarga korban. Cuaca selama proses pencarian dilaporkan cerah sehingga tidak menjadi kendala dalam pelaksanaan operasi.

Syahril mengimbau masyarakat yang beraktivitas di kawasan hutan atau perkebunan agar memperhatikan faktor keselamatan, membawa alat komunikasi yang memadai, serta memberi tahu keluarga mengenai lokasi dan perkiraan waktu kembali sebelum memasuki area yang cukup jauh dari permukiman.

"Kami mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi ini. Respons cepat dan koordinasi yang baik menjadi faktor penting sehingga korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat," pungkasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan tersesat basarnas evakuasi