TARAKAN – Ketatnya persaingan mencari pekerjaan dirasakan langsung para lulusan baru yang memadati Job Fair 2026 di Gedung UPT Loka Latihan Kerja (LLK) Tarakan, Rabu (29/7). Dengan map berisi dokumen lamaran di tangan, mereka rela mengantre sejak pagi demi memperoleh kesempatan bekerja. Bagi sebagian besar pencari kerja, job fair menjadi harapan setelah lamaran yang dikirim secara daring tak kunjung membuahkan hasil.
Di antara ratusan pelamar tersebut, Mohammad Fahri Turmudzi menjadi salah satu lulusan baru yang mencoba peruntungannya. Alumni SMK Negeri 2 Tarakan jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) angkatan 2025 itu mengaku baru mengetahui informasi penyelenggaraan job fair pada malam sebelum kegiatan berlangsung. "Dari WA dapat informasinya tadi malam nih," ujarnya, Kamis (30/7).
Karena datang secara mendadak, Fahri bahkan belum sempat mengurus Kartu Kuning. Setibanya di lokasi, ia harus lebih dulu mengantre untuk melengkapi persyaratan sebelum memasukkan lamaran ke perusahaan yang diminatinya.
Semula ia hanya berniat melamar ke satu perusahaan. Namun setelah melihat banyaknya perusahaan peserta, Fahri memilih membuka peluang lebih luas dengan mengincar perusahaan yang menerima lulusan SMK. "Mungkin ke PT Matahari Putra Prima, Hypermart, sama nanti lihat peluang PT lain," katanya.
Fahri mengaku, tidak ingin terlalu memilih jenis pekerjaan. Baginya, kesempatan bekerja jauh lebih penting sebagai langkah awal memperoleh pengalaman sekaligus membantu kondisi ekonomi keluarga.
Ia mengatakan, tantangan terbesar bagi lulusan SMK adalah banyaknya perusahaan yang masih menetapkan syarat minimal pendidikan diploma hingga sarjana. Sementara pengalaman yang dimilikinya baru sebatas Praktik Kerja Lapangan (PKL).
"Kalau untuk masalah mencari loker atau pekerjaan tuh mungkin cukup susah, Mas. Karena rata-rata juga ada persyaratannya mungkin ada S1, D3 gitu. Saya enggak punya juga," ujarnya.
Sebelum datang ke Job Fair, Fahri telah beberapa kali mengirim lamaran melalui platform pencarian kerja seperti JobStreet dan Glints. Namun hingga kini belum ada panggilan yang diterimanya. "Sebelumnya kemarin-kemarin saya sudah daftar juga, tapi online ya. Mungkin dari JobStreet atau Glints ID. Untuk sekarang baru saya daftar langsung," katanya.
Di sela usahanya mencari pekerjaan, Fahri mengaku masih menyimpan keinginan menjadi prajurit TNI. Ia pernah dua kali mengikuti seleksi TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara, namun gagal pada tahapan psikotes. Meski demikian, ia belum menutup peluang untuk kembali mencoba apabila rekrutmen kembali dibuka. "Pokoknya yang ada lulusan SMK-nya yang dibuka saya daftar," pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT