TARAKAN – Pemerintah menyiapkan skema transisi untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) agar proses belajar mengajar dapat langsung berjalan sejak tahun pertama operasional.
Salah satu langkah yang ditempuh yakni menggandeng Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di Kalimantan Utara (Kaltara), termasuk Universitas Borneo Tarakan (UBT), dengan memanfaatkan lulusan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Tamrin Toha mengatakan, skema tersebut menjadi solusi sementara sebelum pemerintah pusat menyelesaikan proses rekrutmen guru secara bertahap sesuai kebutuhan sekolah.
"Selama masa transisi, kebutuhan tenaga pendidik akan diperkuat melalui kerja sama dengan LPTK dengan memanfaatkan lulusan Program Pendidikan Profesi Guru. Selanjutnya kementerian akan melakukan rekrutmen guru secara bertahap sesuai kebutuhan Sekolah Nasional Terintegrasi," ujarnya, Rabu (19/7).
Ia menjelaskan, mekanisme tersebut dirancang agar kegiatan belajar mengajar tidak tertunda hanya karena menunggu proses pengangkatan guru oleh pemerintah pusat. Dengan demikian, peserta didik tetap memperoleh layanan pendidikan yang optimal sejak awal operasional sekolah.
Menurutnya, kesiapan tenaga pendidik merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan implementasi SNT sebagai program pendidikan unggulan pemerintah. Tamrin juga optimistis kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan akan menjadi modal utama dalam menyukseskan penyelenggaraan SNT di Tarakan.
Ia berharap kehadiran sekolah tersebut tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan berkualitas, tetapi juga menjadi pendorong peningkatan mutu pendidikan di Kaltara secara keseluruhan.
"Kami berharap keberadaan sekolah tersebut nantinya mampu melahirkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik, karakter, kepemimpinan, serta keterampilan yang mampu bersaing di era global," pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT