TARAKAN – Satlantas Polres Tarakan memperluas upaya pencegahan balap liar dengan menggencarkan edukasi tidak hanya di sekolah, tetapi juga hingga tingkat RT, kelurahan, dan pertemuan masyarakat. Langkah ini dilakukan setelah muncul kekhawatiran terhadap maraknya aksi balap liar yang melibatkan remaja di bawah umur.
Kasat Lantas Polres Tarakan, IPTU Ardi Wisnu Pradana, S.Tr.K., S.I.K., M.H., mengatakan, pihaknya memanfaatkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk memberikan materi mengenai tertib berlalu lintas dan bahaya balap liar kepada pelajar SMP, SMA, dan SMK.
"Balap liar itu selain membahayakan diri sendiri, juga membahayakan masyarakat pengguna jalan lainnya. Pada masa MPLS kami selalu menyampaikan materi tertib berlalu lintas dan bahaya melakukan tindakan yang membahayakan, salah satunya balap liar," ujarnya.
Selain di sekolah, sosialisasi juga rutin dilakukan kepada masyarakat melalui pertemuan di tingkat RT, kelurahan, hingga kader-kader masyarakat. Dalam satu minggu, kegiatan edukasi dapat berlangsung empat hingga lima kali.
"Sosialisasi kepada masyarakat tetap kami laksanakan. Dalam satu minggu kegiatan itu bisa empat sampai lima hari. Setelah kejadian kecelakaan beberapa waktu lalu, kami juga mendapat masukan agar edukasi tidak hanya di sekolah, tetapi sampai ke RT dan kelurahan. Itu yang terus kami lakukan," kata Ardi.
Ia menilai pencegahan balap liar membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari orang tua, guru, pemerintah di tingkat kelurahan, hingga masyarakat sekitar. Pengawasan terhadap kendaraan yang digunakan remaja menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah aksi balap liar sejak dini.
"Kalau sudah terlihat motornya dimodifikasi, misalnya spion dilepas, pelat nomor dilepas, atau knalpot diganti, itu harus segera diingatkan," katanya.
Selain edukasi, Satlantas tetap menjalankan patroli malam secara rutin di sejumlah ruas jalan yang rawan dijadikan lokasi balap liar. Personel juga disiagakan pada jam berangkat dan pulang sekolah untuk mengawasi pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Ardi menegaskan penindakan dilakukan secara bertahap, mulai dari teguran, pendataan, hingga penilangan apabila pelanggaran diulangi. Namun terhadap pelajar yang kooperatif, polisi tetap mengutamakan pendekatan humanis melalui pembinaan.
Satlantas Polres Tarakan juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan apabila menemukan aksi balap liar melalui layanan Call Center 110 yang terintegrasi dengan Command Center kepolisian.
"Yang paling mudah melapor melalui 110. Layanan itu terintegrasi dengan Command Center sehingga laporan masyarakat bisa segera diteruskan kepada petugas untuk ditindaklanjuti," pungkas Ardi. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT