KPU Tarakan Siapkan Standar Pelayanan Baru, Seluruh Kritik dan Saran Masyarakat Jadi Bahan Evaluasi

Zakaria RT • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 15:29 WIB
TAMPUNG MASUKAN : KPU Tarakan menggelar forum konsultasi publik untuk menerima masukan semua pihak dalam memaksimalkan pelaksanaan pemilu. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
TAMPUNG MASUKAN : KPU Tarakan menggelar forum konsultasi publik untuk menerima masukan semua pihak dalam memaksimalkan pelaksanaan pemilu. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi salah satu fokus yang terus dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tarakan. Tidak hanya memastikan seluruh tahapan kepemiluan berjalan sesuai ketentuan, lembaga penyelenggara pemilu itu juga berupaya menghadirkan pelayanan yang semakin mudah, cepat, transparan dan akuntabel bagi masyarakat.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan Ketua KPU Tarakan Dedi Herdianto usai pelaksanaan Forum Konsultasi Publik Standar Pelayanan yang dihadiri berbagai unsur, mulai dari penyelenggara pemilu, instansi pemerintah, Komisi Informasi, media hingga pemangku kepentingan lainnya.  Menurutnya, forum tersebut bukan sekadar agenda formal, tetapi menjadi wadah bagi masyarakat dan mitra kerja untuk memberikan masukan terhadap pelayanan yang selama ini telah dijalankan KPU.

Dedi mengatakan, seluruh saran, usulan hingga kritik yang muncul dalam forum akan dihimpun dan diselaraskan dengan rancangan standar pelayanan yang telah disusun. Setelah melalui penyempurnaan, standar pelayanan tersebut akan ditetapkan sebagai pedoman resmi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Beberapa ada yang memberikan masukan sekaligus saran. Dan kami tidak menutup juga untuk kritikan. Karena kami yakin dan percaya, apapun itu, mau dia saran, usulan, ataupun kritikan, itu semata-mata untuk memberikan dukungan atau sebagai wujud dukungan masyarakat atau peserta forum ini untuk pelayanan terbaik di Kota Tarakan, khususnya KPU Kota Tarakan ke depannya," ujarnya, Rabu (29/7).

"Jadi hasil yang didapatkan tadi itu kami akan ramu, kemudian disesuaikan dengan rancangan standar pelayanan yang sudah kami paparkan. Kemudian kami tetapkan untuk dijadikan sebagai acuan dalam pelaksanaan pelayanan ke depannya,” sambungnya.

Ia menilai kritik yang disampaikan peserta forum bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Sebaliknya, kritik menjadi bagian penting dalam proses perbaikan pelayanan sehingga KPU dapat mengetahui kebutuhan masyarakat secara langsung. Menurutnya, semakin banyak masukan yang diterima, maka semakin lengkap pula bahan evaluasi yang dimiliki KPU dalam menyusun sistem pelayanan yang lebih efektif.

"Salah satu usulan yang cukup kami soroti adalah penyediaan front office atau meja layanan di bagian depan kantor KPU. Selama ini, masyarakat yang ingin berkonsultasi ataupun menyampaikan pengaduan masih harus masuk ke area dalam kantor sehingga dinilai kurang efektif," tukasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
kpu tarakan pemilu