Kawal Jalur Vital BBM di Tarakan, Pertamina Cari Solusi Akses Perawatan Pipa

Eliazar Simon • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 20:22 WIB
PERAWATAN : Pertamina akan terus mencari solusi agar akses perawatan pipa penyuplai BBM akan terus dilakukan. ISTIMEWA
PERAWATAN : Pertamina akan terus mencari solusi agar akses perawatan pipa penyuplai BBM akan terus dilakukan. ISTIMEWA

TARAKAN – Jalur distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang menyuplai Tarakan hingga sejumlah kabupaten di Kalimantan Utara (Kaltara) menghadapi kendala dalam proses pemeliharaan. PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tarakan pun mengusulkan peninggian sebagian ruas Jalan Yos Sudarso di depan jetty Lingkas Ujung agar akses menuju pipa distribusi menjadi lebih mudah.

Fuel Terminal Manager Tarakan PT Pertamina Patra Niaga, Hario Soma Pangestu menjelaskan, pipa tersebut merupakan infrastruktur vital yang menghubungkan penerimaan BBM dari kapal menuju terminal penyimpanan sebelum didistribusikan ke Malinau, Tana Tidung, Nunukan, dan Sebatik.

Namun, ruang antara pipa dan badan jalan yang hanya sekitar 50 sentimeter membuat pekerjaan inspeksi maupun perawatan tidak bisa dilakukan secara optimal.

"Kalau ada ruang sekitar 1,7 meter, petugas akan lebih mudah melakukan pemeriksaan, pengukuran ketebalan pipa hingga penanganan ketika terjadi kondisi darurat," jelasnya.

Menurut Hario, usulan peninggian jalan menjadi alternatif yang paling memungkinkan setelah berbagai opsi dikaji. Sementara pembangunan pipe rack maupun penggantian jalur pipa masih memerlukan perhitungan teknis yang lebih mendalam.

Ia memastikan kondisi pipa hingga saat ini masih aman karena pemantauan dilakukan secara berkala. Kendala utama bukan pada kondisi pipa, melainkan terbatasnya ruang kerja untuk melakukan pemeliharaan.

Rencana tersebut telah dibahas bersama Wali Kota Tarakan dalam audiensi yang berlangsung Senin (27/7). Dari pertemuan itu diketahui ruas Jalan Yos Sudarso berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). 

Karena itu, Pertamina akan melanjutkan koordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Provinsi di Tanjung Selor serta Kementerian Pekerjaan Umum sebelum rencana tersebut masuk ke tahap teknis.

"Seluruh proses akan kami tempuh sesuai arahan pemerintah, baik pemerintah kota maupun pemerintah provinsi," kata Hario.

Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., menyatakan, Pemerintah Kota Tarakan mendukung penuh upaya menjaga keandalan pasokan BBM. Pemkot siap memberikan surat dukungan kepada Pertamina sebagai penguat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kaltara. 

Apabila rencana tersebut disetujui, pelaksanaan peninggian jalan akan disusun secara bertahap dengan pengaturan lalu lintas agar mobilitas masyarakat tetap berjalan normal selama proses konstruksi berlangsung. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
bbm tarakan pertamina