TARAKAN - Akses pendidikan tinggi bagi masyarakat dinilai tidak boleh dipersempit melalui perubahan mekanisme penyaluran beasiswa. Perguruan tinggi swasta selama ini menjadi pilihan bagi banyak lulusan yang tidak memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri sehingga keberadaannya tetap harus mendapat perhatian dalam setiap kebijakan pemerintah.
Saat dikonfirmasi Ketua Panitia Urusan Rumah Tangga (PURT) Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Hasan Basri mengatakan, dirinya menyoroti adanya perubahan skema penyaluran beasiswa di Kaltara yang mengharuskan melalui kampus negeri, padahal menurutnya perguruan tinggi swasta memiliki peran penting dalam memperluas akses pendidikan tinggi. Karena itu, setiap kebijakan yang berpotensi mengurangi kesempatan mahasiswa di kampus swasta perlu dikaji secara menyeluruh sebelum diterapkan.
Ia juga menyoroti informasi mengenai adanya skema kerja sama antara perguruan tinggi negeri dan swasta dalam penyaluran kuota hibah beasiswa yang direncanakan diiterapkan tahun ini. Namun, menurutnya, perlu dipastikan terlebih dahulu apakah kebijakan tersebut merupakan regulasi pemerintah pusat atau hanya diterapkan di tingkat daerah.
"Kami siap menjembatani komunikasi dengan kementerian terkait apabila nantinya diketahui kebijakan tersebut merupakan bagian dari regulasi nasional. Menurutnya, dialog dengan pemerintah pusat penting dilakukan agar tidak terjadi perbedaan pemahaman dalam pelaksanaan program beasiswa di daerah.
Bahkan, jika diperlukan, pihaknya akan mengundang kementerian terkait maupun melakukan courtesy call untuk memperoleh kejelasan mengenai kebijakan tersebut. "Kalau memang itu sifatnya secara nasional, kita akan mengundang kementerian atau kalau perlu kita lakukan courtesy call untuk mendiskusikan hal tersebut kepada kementerian terkait."
Menurut pria yang akrab disapa HB itu, mekanisme penyaluran beasiswa yang selama ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa di perguruan tinggi negeri maupun swasta merupakan sistem yang lebih ideal karena mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat. "Ya sangat ideal yang sebelumnya, karena semuanya masuk, baik swasta maupun negeri semuanya berkolaborasi."
Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi negeri dan swasta merupakan salah satu kekuatan dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Dengan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh mahasiswa, tujuan pemerataan pendidikan akan lebih mudah tercapai.
Meski demikian, Hasan Basri mengakui jumlah beasiswa yang tersedia saat ini masih belum mampu menjangkau seluruh mahasiswa yang membutuhkan. Oleh sebab itu, pemerintah diharapkan terus meningkatkan alokasi anggaran pendidikan agar semakin banyak generasi muda memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi.
"Insya Allah, walaupun jumlahnya masih sangat kurang terkait dengan beasiswa ini, pasti meningkatkan mutu pendidikan," pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT