Job Fair di Tarakan Targetkan 500 Lowongan, Gandeng Perbankan hingga Cold Storage

Zakaria RT • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 19:57 WIB
Kepala Disperinaker Kota Tarakan, Agus Sutanto. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Kepala Disperinaker Kota Tarakan, Agus Sutanto. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Kesempatan masyarakat Kota Tarakan untuk memperoleh pekerjaan diproyeksikan semakin terbuka. Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan melalui Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Tarakan tengah mempersiapkan pelaksanaan Job Fair 2026 dengan melibatkan berbagai perusahaan dari sejumlah sektor usaha untuk membuka rekrutmen tenaga kerja lokal.

Kepala Disperinaker Kota Tarakan, Agus Sutanto mengungkapkan, persiapan kegiatan terus dimatangkan. Selain perusahaan yang telah memastikan keikutsertaan, sejumlah perusahaan lain juga mulai menyatakan minat bergabung dalam bursa kerja tersebut.

"Beberapa perusahaan seperti Home Depot, kemudian Bank Sinarmas juga berencana ikut. Datanya memang belum masuk semua, tapi sudah ada komunikasi," ujarnya, Selasa (28/7).

Ia menjelaskan, tidak hanya sektor perdagangan, jasa, dan perbankan yang diundang berpartisipasi. Disnakerin juga menggandeng perusahaan perikanan, khususnya yang bergerak di bidang cold storage, karena dinilai memiliki kebutuhan tenaga kerja yang cukup besar.

"Dari cold storage juga kita minta informasi lowongan. Biasanya mereka membutuhkan tenaga non-skill seperti pengupas, gudang, dan sebagainya. Jumlahnya biasanya cukup banyak, bahkan pendidikannya di bawah SLTA pun masih bisa diterima," katanya.

Sementara itu, kebutuhan tenaga kerja di Hypermart memiliki kualifikasi yang berbeda. Agus mengatakan perusahaan tersebut membutuhkan lulusan strata satu untuk mengisi berbagai posisi. "Kalau PT Matahari Putra Prima itu minimal S1. Mulai supervisor sampai kasir, semuanya direkrut dari tenaga kerja lokal Tarakan. Seluruh jurusan diterima," ungkapnya.

Disperinaker menargetkan sedikitnya lima hingga sepuluh perusahaan mengikuti Job Fair. Namun apabila jumlah peserta bertambah, pihaknya telah menyiapkan tambahan ruang agar kapasitas stan rekrutmen dapat diperluas.

"Kalau lima sampai sepuluh perusahaan sudah cukup karena tempatnya terbatas. Tapi kalau lebih juga tidak masalah. Kapasitasnya bisa sampai sekitar 15 stan, bahkan kalau memanfaatkan ruang rapat kantor bisa lebih banyak lagi," ulasnya.

Meski demikian, Agus mengakui belum semua sektor usaha berada dalam kondisi yang ideal untuk membuka rekrutmen. Industri pertambangan dan perkayuan masih terdampak perlambatan ekonomi global sehingga cenderung berhati-hati dalam menambah tenaga kerja.

"Perkayuan juga sudah kita konfirmasi. Mudah-mudahan ikut. Memang saat ini pertambangan dan perkayuan masih terpengaruh gejolak ekonomi global. Mereka bisa bertahan saja sudah syukur," tuturnya.

Pada pelaksanaan Job Fair tahun ini, Disnakerin menargetkan tersedia sekitar 500 lowongan kerja dari berbagai bidang usaha. Target tersebut disusun berdasarkan tingginya jumlah pencari kerja yang telah terdata di Kota Tarakan.

"Target kita paling tidak sekitar 500 lowongan. Mudah-mudahan tercapai, karena pencari kerja yang terdaftar sekarang sudah sekitar 800 orang," terangnya.

Agus menjelaskan, angka tersebut merupakan jumlah masyarakat yang telah mengurus kartu pencari kerja hingga Juni 2026. Jumlah itu diperkirakan masih akan bertambah seiring lulusan baru yang belum melakukan pendaftaran.

"Yang 800 itu yang sudah terdaftar. Belum lagi lulusan baru yang belum membuat kartu kuning. Jumlahnya tentu lebih banyak lagi," katanya.

Ia menambahkan, pencari kerja di Tarakan masih didominasi lulusan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA). Kelompok tersebut mencapai sekitar 50 hingga 60 persen dari total pencari kerja yang terdaftar, disusul lulusan strata satu sekitar 30 persen.

"Yang paling banyak lulusan SLTA, sekitar 50 sampai 60 persen. Setelah itu didominasi lulusan S1 sekitar 30 persen. Sisanya lulusan SMP, SD, dan lainnya," pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan tenaga kerja job fair