TARAKAN – Kasus dugaan begal di kawasan Gunung Selatan yang belakangan dipastikan tidak pernah terjadi menjadi pelajaran penting bagi masyarakat agar tidak terburu-buru menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Polres Tarakan mengingatkan, informasi yang tidak benar dapat memicu keresahan dan mengganggu situasi keamanan masyarakat.
Kasat Reskrim Polres Tarakan AKP Reginald Yuniawan Sujono mengatakan, setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti secara profesional melalui proses penyelidikan untuk memastikan kebenarannya.
Dalam kasus dugaan begal di Gunung Selatan, penyidik melakukan pemeriksaan terhadap pelapor, saksi-saksi, serta mengumpulkan fakta di lapangan. Hasilnya, tidak ditemukan adanya tindak pidana sebagaimana yang dilaporkan.
"Yang bersangkutan sudah memberikan klarifikasi dan mengakui bahwa informasi yang disampaikan tidak sesuai fakta. Karena itu, proses penyelidikan kami hentikan," jelasnya.
Polisi selanjutnya memilih langkah pembinaan terhadap pelapor dengan melibatkan pihak keluarga agar yang bersangkutan memahami dampak dari informasi yang tidak benar.
"Kami akan berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk memberikan pembinaan. Harapannya, yang bersangkutan bisa lebih memahami dampak dari informasi yang disampaikan dan tidak mengulangi hal serupa," ujar Reginald.
Ia menegaskan, penyebaran informasi yang belum dipastikan kebenarannya dapat memunculkan kepanikan di tengah masyarakat. Karena itu, warga diminta melakukan konfirmasi terlebih dahulu sebelum membagikan informasi melalui media sosial maupun aplikasi pesan singkat.
"Kalau menerima informasi terkait suatu kejadian, sebaiknya dilakukan pengecekan terlebih dahulu. Informasi yang belum pasti jangan langsung disebarkan karena bisa berdampak terhadap situasi keamanan di masyarakat," tegasnya.
Sebelumnya, informasi dugaan begal tersebut sempat memicu keresahan warga. Bahkan sejumlah organisasi kemasyarakatan melakukan pemantauan di kawasan Gunung Selatan sebagai bentuk antisipasi.
Ketua Laskar Borneo Bersatu (LBB) Tarakan, Ricky Febriansyah, mengajak masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas, namun tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
"Masyarakat tetap harus waspada saat beraktivitas, tetapi setiap informasi yang beredar perlu dicek kebenarannya. Jangan sampai informasi yang belum jelas justru membuat situasi menjadi tidak nyaman," pungkas Ricky. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT